UI akan selektif lagi datangkan narasumber
Selasa, 03 Desember 2013 - 16:06 WIB
UI akan selektif lagi datangkan narasumber
A
A
A
Sindonews.com - Kasus perkosaan yang menimpa mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya membuat civitas Universitas Indonesia (UI) merasa tercoreng. Kedepan UI berjanji akan menyeleksi lebih ketat lagi terhadap narasumber.
Kepala Kantor Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Farida Haryoko mengatakan, ke depan pihaknya akan lebih selektif lagi untuk mendatangkan narasumber dalam kegiatan yang berkaitan dengan kampus.
“Kalau untuk narasumber tentu kita seleksi berdasarkan kemampuan. Namun untuk area pribadi ya bukan kewenangan kami,” kata Farida, Selasa (3/12/2013).
Dikatakan dia, dengan adanya kasus ini tentu mencoreng nama baik UI. Dan secara kelembagaan, kata dia, siapapun yang bertindak di luar batas norma dan melanggar aturan maka akan diambil tindakan tegas.
“Tentu harus dilakukan tindakan tegas. Karena akan membawa nama baik UI tercoreng,” ungkapnya.
Farida menegaskan, Sitok bukanlah tenaga pengajar di UI. Kapasitasnya hanyalah sebagai narasumber saat acara budaya di UI. “Bukan. Dia hanya juri saat acara budaya,” tutupnya.
Baca juga: Sastrawan dipolisikan setelah menghamili mahasiswi
Kepala Kantor Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Farida Haryoko mengatakan, ke depan pihaknya akan lebih selektif lagi untuk mendatangkan narasumber dalam kegiatan yang berkaitan dengan kampus.
“Kalau untuk narasumber tentu kita seleksi berdasarkan kemampuan. Namun untuk area pribadi ya bukan kewenangan kami,” kata Farida, Selasa (3/12/2013).
Dikatakan dia, dengan adanya kasus ini tentu mencoreng nama baik UI. Dan secara kelembagaan, kata dia, siapapun yang bertindak di luar batas norma dan melanggar aturan maka akan diambil tindakan tegas.
“Tentu harus dilakukan tindakan tegas. Karena akan membawa nama baik UI tercoreng,” ungkapnya.
Farida menegaskan, Sitok bukanlah tenaga pengajar di UI. Kapasitasnya hanyalah sebagai narasumber saat acara budaya di UI. “Bukan. Dia hanya juri saat acara budaya,” tutupnya.
Baca juga: Sastrawan dipolisikan setelah menghamili mahasiswi
(ysw)