Komnas HAM ikut tangani konflik Keraton Solo

Sabtu, 30 November 2013 - 02:52 WIB
Komnas HAM ikut tangani...
Komnas HAM ikut tangani konflik Keraton Solo
A A A
Sindonews.com - Konflik internal Keraton Solo belum menunjukan tanda-tanda akan berakhir. Setelah, Wali Kota Solo Hady Rudyatmo melaporkan Lembaga Dewan Adat (LDA) ke polisi, kini Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) turun tangan.

Salah seorang putra Pakubuwono XII, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Suryo Wicaksono (Nino) mengatkaan, Komnas HAM telah mencari bukti-bukti ada atau tidaknya pelanggaran HAM dalam konflik internal Keraton.

Pihak Komnas HAM sudah bertemu dengan Mahapatih Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung (KGPH PA) Tedjowulan. Dalam pertemuan internal tersebut, Komnas HAM meminta penjelasan dari pihak PB XIII mengenai situasi kraton terkini pasca rekonsiliasi.

"Termasuk Pasca kudeta Dewan Adat terhadap PB XIII serta proses mediasi wali kota yang gagal dan berujung kasus hukum antara Dewan Adat dan Walikota Solo," jelas Gusti Nino, Jumat (29/11/2013).

Menurut Gusti Nino, Komnas HAM tidak bertindak sebagai penengah atau pihak yang akan menjembatani kubu-kubu yang bertikai. Tapi hanya mem-verifikasi laporan warga Baluwarti terkait tindakan Lembaga Dewan Adat yang sewenang-wenang terhadap raja.

Dan meminta agar Komnas HAM merekomendasi surat kepada wali kota untuk membubarkan Dewan Adat .

Dalam Pertemuan dengan pihak warga yang tinggal di lingkungan keraton tersebut, Komnas HAM juga menerima kesaksian warga Baluwarti tentang insiden penyanderaan Sinihun Hangabehi yang terjadi pada 26 Agustus lalu di kompleks Keraton Surakarta yang berakhir dengan pendobrakan kediaman Sinuhun PB XIII.

"Intinya proses hukum kriminal penyerangan kediaman Sinuhun harus tuntas dulu, karena bagi Sinuhun Hangabehi kejadian tersebut nyata-nyata sudah di luar batas hukum adat keraton dan secara tegas menunjukkan upaya kudeta. Jadi Komnas HAM datang ke Solo tidak di posisi sebagai penengah konflik," pungkasnya.
(lns)
Berita Terkait
Geger Suksesi Keraton...
Geger Suksesi Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta
Ulama Keraton Solo,...
Ulama Keraton Solo, KRT Pujo Setyonodipuro Tutup Usia
Momen Halalbihalal di...
Momen Halalbihalal di Keraton Solo, 2 Kubu Gelar Acara di Lokasi Berbeda
Pedagang Kaget, Pintu...
Pedagang Kaget, Pintu Alun Alun Utara Keraton Solo Mendadak Digembok
Acara Slametan Awali...
Acara Slametan Awali Pemugaran Pesanggrahan Langenharjo Keraton Solo
Lembaga Dewan Adat Keraton...
Lembaga Dewan Adat Keraton Solo Ganti Nama KGPH Mangkubumi Jadi KGPH Hangabehi
Berita Terkini
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
33 menit yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
2 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
3 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
3 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
4 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved