Tolak kriminalisasi, dokter di Makassar minta penangguhan

Selasa, 26 November 2013 - 19:42 WIB
Tolak kriminalisasi,...
Tolak kriminalisasi, dokter di Makassar minta penangguhan
A A A
Sindonews.com - Puluhan dokter di Makassar yang tergabung dalam Forum Solidaritas Dokter Makassar menolak kriminalisasi dokter. Mereka melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel.

Dalam aksinya, para dokter tersebut meminta agar tuntutan pidana atas segala risiko pengobatan dan tindakan medis yang dilakukan oleh dokter dihilangkan.

"Kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap dokter di seluruh Indonesia. Selain itu, kami menuntut agar dilakukan penangguhan penahanan terhadap dokter Dewa Ayu Sasiawan, dokter Hendri Simanjuntak, serta dokter Hendy Siagian," kata Koordinator dokter Abdul Azis dalam pernyataan sikapnya, Selasa (26/11/2013).

Aksi demonstrasi yang dilakukan puluhan dokter dan mahasiswa fakultas kedokteran dari berbagai universitas di Makassar itu, dilakukan karena tidak terima dengan tindakan hukum pidana terhadap tiga rekan sejawat mereka yang saat ini telah di tahan oleh Kejari Manado.

Ketiga dokter yakni dokter Dewa Ayu Sasiawan, dokter Hendri Simanjuntak, serta dokter Hendy Siagian, dijatuhi hukuman 10 bulan penjara oleh majelis hakim Mahkamah Agung (MA), setelah dinilai melakukan dugaan malapraktik terhadap pasien atas nama Julia Fransiska Makatey, yang meninggal usai melakukan operasi.

"Dari hasil autopsi, korban meninggal disebabkan oleh amnion fluid emboli, yakni suatu keadaan yang merupakan risiko medis yang tidak bisa diprediksi dalam suatu tindakan medis. Ketiga dokter telah berusaha semaksimal mungkin mengatasi kondisi kedaruratan janin yang dialami oleh pasien," terangnya.

Menurut pengunjuk rasa, kalau tindakan kriminalisasi terhadap dokter terus dilakukan, maka kedepannya dikhawatirkan akan menciptkan kondisi dimana para dokter akan menolak melakukan tindakan berisiko dan berbahaya, walaupun tindakan itu dimaksudkan untuk menolong pasien, karena takut ancaman kriminalisasi seperti di Manado.

Diketahui, dugaan malapraktik yang menimpa pasien Julia Fransiska Makatey terjadi saat korban yang merupakan pasien rujukan dari puskesmas dirujuk ke Rumah Sakit Kandau Manado.

Pasien yang mengandung anak kedua tersebut awalnya dijadwalkan untuk menjalani proses persalinan normal, namun ternyata dalam kurun waktu delapan jam, tidak ada kemajuan. Bahkan dinyatakan dalam keadaan gawat janin.

Oleh karena itu, tindakan operasi merupakan tindakan antisipasi yang diambil pihak rumah sakit. Pada operasi tersebut, keluar darah hitam yang menandakan sang ibu kekurangan oksigen. Tim dokter berhasil mengeluarkan sang bayi perempuan dengan berat 4,1 Kg. Namun sayangnya, kondisi sang ibu memburuk dan 20 menit kemudian meninggal.

Terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel Rahman Morra yang menerima pengunjukrasa mengatakan, perkara malapraktik di Manado tersebut, merupakan pelimpahan perkara dari pihak kepolisian dan masuk dalam kategori tindak pidana umum.

"Kejaksaan hanya menindaklanjuti pelimpahan perkara dari pihak kepolisian. Proses penyelidikan dilakukan kepolisian. Proses persidangan dilakukan jaksa berdasarkan alat bukti yang dikumpulkan penyidik kepolisian," ujarnya.
(san)
Berita Terkait
Kasus Bocah Meninggal...
Kasus Bocah Meninggal Dunia di RS Kartika Husada Berakhir Damai
Kronologi Jari Bayi...
Kronologi Jari Bayi Putus Digunting Perawat di RS Palembang
Setahun Menanti, Bayi...
Setahun Menanti, Bayi 13 Bulan Diduga Korban Malapraktik Tak Kunjung Dapat Keadilan
Astaga! Jari Kelingking...
Astaga! Jari Kelingking Bayi 7 Bulan Dipotong Perawat hingga Putus
Jari Bayi Dipotong Perawat,...
Jari Bayi Dipotong Perawat, DPRD Panggil RS Muhammadiyah Palembang
Jari Bayi Putus Dipotong...
Jari Bayi Putus Dipotong Gunting, Perawat D Diperiksa Polisi
Berita Terkini
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
23 menit yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
50 menit yang lalu
Apresiasi Prabowo soal...
Apresiasi Prabowo soal Blok Masela, Welhelm Perindo: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Bangun Poros Baru Indonesia Timur
2 jam yang lalu
Potensi Perikanan Sorong...
Potensi Perikanan Sorong Menguat, Askrindo Perluas Pelindungan Nelayan
5 jam yang lalu
Penampakan 115 Warga...
Penampakan 115 Warga Binaan Risiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan
5 jam yang lalu
Cerita Pramono Diledek...
Cerita Pramono Diledek Istri setelah Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved