Cuaca buruk, produksi garam menyusut

Senin, 25 November 2013 - 03:29 WIB
Cuaca buruk, produksi...
Cuaca buruk, produksi garam menyusut
A A A
Sindonews.com - Sebagai salah satu sentra produksi garam, Kabupaten Pasuruan gagal memenuhi target produksi yakni sebesar 17.500 ton. Selama masa produksi 2013, Kabupaten Pasuruan hanya bisa memasok kebutuhan garam nasional sebesar 8.906,46 ton.

Merosotnya hasil panen garam ini faktor utamanya karena pendeknya waktu produksi. Dari perkiraan enam bulan masa produksi, karena anomali cuaca para petani garam hanya bisa memproduksi selama 2,5 bulan.

Kepala Bidang Usaha Perikanan dan Pengembangan Kawasan Pesisir di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, Soegeng Soebijanto, mengungkapkan, pendeknya masa produksi garam ini memang menjadi kendala pencapai target hasil panen garam. Tidak menentunya cuaca, mengakibatkan petani garap baru bisa memulai produksi pada Agustus 2013 lalu.

"Penetapan target 17.500 ton garam itu bisa tercapai jika petani garam memproduksi selama enam bulan. Tapi kenyataan di lapangan menjadi berbeda, petani hanya bisa memproduksi selama 2,5 bulan," kata Soegeng Soebijanto.

Menurut Soegeng, penetapan target oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan tersebut didasarkan keberadaan petani garam yang tersebar dikawasan pesisir seperti Kecamatan Lekok, Kraton, dan Kecamatan Bangil. Dengan luasan lahan 244,73 hektar yang digarap 23 kelompok petani garap, target tersebut bisa terealisasi.

"Petani baru bisa menggarap tambak garam mulai agustus lalu. Dalam waktu 2,5 bulan, petani bisa memproduksi garam 8.906,46 ton. Jika musim lebih lama, target produksi itu bisa tercapai," kata Soegeng.

Guna mendorong percepatan menuju target produksi garam tahun 2013, lanjut Soegeng, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menganggarkan Rp738,1 juta untuk pendanaan PUGAR (Pengembangan Usaha Garam Rakyat). Dana yang dikucurkan untuk 23 kelompok petani garam yang beranggota 203 orang tersebut, juga sebagai pengembangan kawasan pesisir khususnya para petani garam.

Selama musim penghujan mendatang, para petani garam ini untuk sementara akan beralih profesi sebagai petambak ikan bandeng. Peralihan profesi ini sebagai upaya agar petani tetap melakukan kegiatan ekonomi.
(rsa)
Berita Terkait
Cuaca Buruk di Pelayaran...
Cuaca Buruk di Pelayaran Bajoe-Kolaka, Bus dan Truk Terbalik di KMP Raja Dilaut
Cuaca Buruk, Ratusan...
Cuaca Buruk, Ratusan Kapal Ikan Bersandar di Pelabuhan Nizam Zachman
Cuaca Buruk di Sulsel...
Cuaca Buruk di Sulsel Diprediksi Sampai Akhir Tahun 2021
Penundaan Penyeberangan...
Penundaan Penyeberangan Kapal Akibat Cuaca Buruk di Maluku Utara
BMKG Sebut Provinsi...
BMKG Sebut Provinsi Sulsel Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem
Cuaca Buruk, Nelayan...
Cuaca Buruk, Nelayan di Makassar Diimbau Tak Melaut
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
4 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
4 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
4 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
4 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
5 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
5 jam yang lalu
Infografis
Harga Cabai Rawit Merah...
Harga Cabai Rawit Merah Rp100.000 per Kg, Wamendag Salahkan Cuaca
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved