Teror gas airmata diduga terkait sindikat narkoba
Jum'at, 22 November 2013 - 17:32 WIB
Teror gas airmata diduga terkait sindikat narkoba
A
A
A
Sindonews.com - Teror gas air mata di rumah Aang warga Desa Jurangmangu, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten, diduga terkait jaringan narkoba di Tangerang.
"Kalau dari keluarga sih tidak ada yang pernah usil sama orang, kecuali Aang. Saya yakin itu imbas dari perbuatan dia yang lalu-lalu," ujar Ivan kakak Aang, kepada Sindonews, melalui layanan BlackBerry Mesengger (BBM), Jumat (22/11/2013).
Diceritakan dia, Aang mempunyai sejarah "buruk" dengan pihak kepolisian. Kemudian, dia diduga bekerja sama dengan polisi untuk memberantas peredaran narkoba di Tangerang.
Namun, banyak warga sekitar yang tidak suka dengan sikap yang tempuh Aang. Sebab, banyak bandar narkoba yang tinggal di kawasan itu tertangkap. Diduga, penangkapan itu berasal dari informasi Aang.
Diduga, hal ini lah yang memicu kebencian warga sekitar dan terjadinya teror tersebut. Namun, yang menjadi pertanyaan besar, bagaimana bisa pelaku teror menggunakan benda yang diduga hanya dimiliki oleh pihak kepolisian.
"Yang pasti sih, benda itu milik aparat. Karena cuma mereka yang memiliki peralatan seperti itu. Untuk sebabnya, saya curiga ini terjadi karena persoalan itu," tukasnya.
Seperti diberitakan sebelumnnya, terjadi teror dengan menggunakan gas air mata di rumah Aang, pada Rabu 20 November 2013 dini hari. Seseorang tidak dikenal melempar gas air mata ke dalam rumah Aang.
"Kalau dari keluarga sih tidak ada yang pernah usil sama orang, kecuali Aang. Saya yakin itu imbas dari perbuatan dia yang lalu-lalu," ujar Ivan kakak Aang, kepada Sindonews, melalui layanan BlackBerry Mesengger (BBM), Jumat (22/11/2013).
Diceritakan dia, Aang mempunyai sejarah "buruk" dengan pihak kepolisian. Kemudian, dia diduga bekerja sama dengan polisi untuk memberantas peredaran narkoba di Tangerang.
Namun, banyak warga sekitar yang tidak suka dengan sikap yang tempuh Aang. Sebab, banyak bandar narkoba yang tinggal di kawasan itu tertangkap. Diduga, penangkapan itu berasal dari informasi Aang.
Diduga, hal ini lah yang memicu kebencian warga sekitar dan terjadinya teror tersebut. Namun, yang menjadi pertanyaan besar, bagaimana bisa pelaku teror menggunakan benda yang diduga hanya dimiliki oleh pihak kepolisian.
"Yang pasti sih, benda itu milik aparat. Karena cuma mereka yang memiliki peralatan seperti itu. Untuk sebabnya, saya curiga ini terjadi karena persoalan itu," tukasnya.
Seperti diberitakan sebelumnnya, terjadi teror dengan menggunakan gas air mata di rumah Aang, pada Rabu 20 November 2013 dini hari. Seseorang tidak dikenal melempar gas air mata ke dalam rumah Aang.
(ysw)