Kendaraan dibatasi di Jakarta, ojek akan merajalela
Kamis, 14 November 2013 - 10:52 WIB
Kendaraan dibatasi di Jakarta, ojek akan merajalela
A
A
A
Sindonews.com - Rencana pembatasan kendaraan yang akan diterapkan di Jakarta harus dilaksanakan seserius mungkin dari segala sisinya. Jika tidak, akan ada celah dimana ada warga yang bisa meraup keuntungan dari sana.
Pengamat Perkotaan, Yayat Supriatna, berpendapat segala sistem yang ada dalam kebijakan tersebut harus berjalan secara optimal. Hal itu dimaksudkan agar program yang direncanakan setidaknya bisa mengurangi kemacetan di Jakarta.
"Jika sistem tidak mendukung, layanan tidak maksimal, masyarakat akan mencari celah menutupi kekurangan itu," kata Yayat saat berbincang dengan SINDOnews, Kamis (14/11/2013).
Celah tersebut menurut Yayat adalah ketika seseorang bisa menjadikan kekurangan itu untuk mereka tutupi dan malah mendapatkan uang.
"Contohnya perhatikan jumlah ojek yang akan muncul nantinya. Dia akan menutup celah, karena orang tidak suka berjalan kaki dan akan beralih ke roda dua jika roda empat dilakukan pembatasan," terangnya.
Oleh karena itu, rencana yang memang akan mendorong masyarakat untuk beralih ke angkutan umum ini setidaknya mendapatkan perhatian betul dari pemerintah. Karenanya menurut Yayat, transportasi publik harus menjadian fokus perhatian pemerintah dalam menjalankan kebijakan pembatasan kendaraan.
"Karenanya penanganan transportasi di DKI harus satu manajemen kelembagaan yang kuat agar bisa berjalan maksimal," pungkasnya.
Pengamat Perkotaan, Yayat Supriatna, berpendapat segala sistem yang ada dalam kebijakan tersebut harus berjalan secara optimal. Hal itu dimaksudkan agar program yang direncanakan setidaknya bisa mengurangi kemacetan di Jakarta.
"Jika sistem tidak mendukung, layanan tidak maksimal, masyarakat akan mencari celah menutupi kekurangan itu," kata Yayat saat berbincang dengan SINDOnews, Kamis (14/11/2013).
Celah tersebut menurut Yayat adalah ketika seseorang bisa menjadikan kekurangan itu untuk mereka tutupi dan malah mendapatkan uang.
"Contohnya perhatikan jumlah ojek yang akan muncul nantinya. Dia akan menutup celah, karena orang tidak suka berjalan kaki dan akan beralih ke roda dua jika roda empat dilakukan pembatasan," terangnya.
Oleh karena itu, rencana yang memang akan mendorong masyarakat untuk beralih ke angkutan umum ini setidaknya mendapatkan perhatian betul dari pemerintah. Karenanya menurut Yayat, transportasi publik harus menjadian fokus perhatian pemerintah dalam menjalankan kebijakan pembatasan kendaraan.
"Karenanya penanganan transportasi di DKI harus satu manajemen kelembagaan yang kuat agar bisa berjalan maksimal," pungkasnya.
(rsa)