Keluarga wartawan 'kubur diri' di depan Komnas HAM

Rabu, 13 November 2013 - 23:25 WIB
Keluarga wartawan kubur...
Keluarga wartawan 'kubur diri' di depan Komnas HAM
A A A
Sindonews.com - Aksi 'kubur diri' di depan Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas) HAM masih terus dilanjutkan keluarga Henry John Peuru, wartawan 'Jejak' yang ditahan Polda Metro Jaya Sulawesi Utara terkait kasus pencemaran nama baik Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo Sarundajang.

Sama seperti kemarin, aksi 'kubur diri' dilakukan Henny Kawung dan Risa Christi Peuru (23), isteri dan anak pertama Henry John Peuru di depan kantor Komnas HAM.

Dihadapan kedua anaknya Prasetyo Peuru Henry Putra (19) dan Moris Peuru Kawung (13), Henny bersama puterinya, Risa Christi Peuru melanjutkan aksi 'kubur diri' sekira pukul 20.30 WIB dengan diiringi Salawat Nabi Muhammad SAW.

Di dalam galian 1 meter, ibu dan anak yang mengenakan pakaian hitam itu masuk ke dalam lubang dengan posisi terduduk disaksikan LSM Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera).

Ditemui di lokasi, Risa Christi Peuru mengaku, sengaja melakukan aksi kubur diri agar mendapatkan perhatian dari pemerintah, khususnya instansi hukum yang selama ini dianggap tidak merespon tuntutan mereka.

"Kalau kita melakukan aksi biasa, tidak akan dapat perhatian. Makanya kita nekad lakukan kubur diri," katanya kepada Sindonews, Rabu (13/11/2013).

Risa mengutarakan, penangkapan terhadap ayahnya itu terjadi pada 18 Oktober bulan lalu. Kala itu aparat Polda Sulawesi Utara dan Polsek Pamulang menyambangi kediamannya dan langsung melakukan penangkapan.

"Kami minta papa kami dibebaskan. Karena polisi telah melakukan penangkapan tak sesuai prosedur hukum. Ayah saya belum pernah mendapat surat panggilan sebelumnya," jelasnya.

Ia mengancam akan terus melakukan aksi kubur diri bersama ibundanya sampai ayahnya dibebaskan Polda Sulawesi Utara dari penjara.

"Kita tetap terus lakukan aksi ini sampe papa bebas, bahkan sampe nama papa direhabilitasi pihak Polda Sulawesi Utara," tukasnya.

Perlu diketahui, Henry ditangkap Polda Sulawesi Utara pada 18 Oktober 2013 di kediamannya di daerah Pamulang atas dasarkan pengaduan dari Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Sarundajang.

Pengaduan yang sama dengan pelapor dan pokok perkara yang sama sebelumnya pernah diadukan ke Polda Metro Jaya dan saat ini sedang diperiksa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Perseteruan antara Sinyo Sarundajang dan Henry buntut dari proses panjang dimulai dari proses pembunuhan terhadap Oddi A. Manus pada 2005 dan kasus penculikan terhadap Toar Tangkau pada tahun 2007.

Dalam investigasi yang dilakukan Henry bersama rekannya, mereka sering mendapat hambatan dan diculik oknum kepolisian dan difitnah terlibat dalam peredaran senjata sehingga dicari oknum yang mengaku dari Densus 88 Sulawesi Utara.
(mhd)
Berita Terkait
Mencekam! Bentrokan...
Mencekam! Bentrokan Pecah di Konawe, Warga Protes Debu Batu Bara Dibalas Tembakan Gas Air Mata
Kantor Bawaslu Bengkulu...
Kantor Bawaslu Bengkulu Selatan Kembali Didemo, Massa Bawa Keranda Mayat
Terancam, Tenaga Medis...
Terancam, Tenaga Medis dan Warga Pendatang Mengungsi Tinggalkan Kobakma Papua
Camat Parung Panjang...
Camat Parung Panjang Ngumpet di Kantor, Massa Demo dan Aparat Saling Dorong
Warga Ramai-ramai Kepung...
Warga Ramai-ramai Kepung Kantor Camat Parung Panjang, Sindir Pungli: Ada Uang Seratus, Jalan Lu Mulus
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Berita Terkini
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
17 menit yang lalu
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
24 menit yang lalu
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
2 jam yang lalu
Peringatan Dini Tsunami...
Peringatan Dini Tsunami di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut, Kaltim Pasca Gempa M7,7
2 jam yang lalu
3 Satuan Pendidikan...
3 Satuan Pendidikan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Punya Dampak Hukum
8 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
12 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved