Kapolsek diduga memperkosa, laporan korban lemah

Sabtu, 09 November 2013 - 17:04 WIB
Kapolsek diduga memperkosa,...
Kapolsek diduga memperkosa, laporan korban lemah
A A A
Sindonews.com - Polisi membantah telah mengabaikan laporan ES warga Kecamatan Patrang, Jember, Jawa Timur (Jatim) korban perkosaan yang diduga dilakukan seorang Kapolsek di Jember.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim, AKBP Awi Setiyono, saat dilaporkan tim penyidik dari Propam Polres Jember telah turun tangan. Sayangnya, alat dan bukti korban lemah sehingga tim penyidik kesulitan mengungkap kasus tersebut.

"Alibi pelapor lemah karena tidak disertai dengan bukti dan saksi yang kuat. Artinya, dari laporan tersebut bukti dan saksinya nol," kata Kabid Humas Polda Jatim, AKBP Awi Setiyono saat dihubungi, Sabtu (9/11/2013).

Awi mengaku, bukan melindungi Kapolsek M dari laporan pemerkosaan. Namun demikian, hukum harus ditegakkan sesuai dengan asas yang berlaku. Bahkan, ia meminta jika ada bukti dan saksi yang akurat maka proses hukum tetap berjalan.

"Saya enggak melindungi anggota. Tapi memang faktanya demikian. Dari beberapa saksi dan bukti tidak ada yang kuat," ujarnya.

Contoh salah seorang saksi bernama Ismail, yang dalam laporan korban sebagai tukang ojek saat mengantas ES ke rumah Kapolsek M. Laporan korban, dia datang ke rumah M pada pukul 19.00 Wib dengan diantar oleh Ismail.

"Rupanya saksi Ismail mengaku tidak pernah mengantar ES ke rumah Kapolsek M. Ismail sendiri narik ojek pada pukul 5 sore dan pukul 6 sore langsung pulang. Sementara Korban mengaku diantar oleh Ismail pada pukul 7 malam," kata Awi.

Ia mengaku, jika kasus tersebut dipaksakan sangat tidak logis. Ketika ditanya apakah korban sudah divisum. Kata Awi, yang bersangkutan saat ini sudah memiliki anak. Selain itu, kejadiannya pada Januari 2011.

"Visum ya memang kesulitan. Korban sudah memiliki anak. Bukti-bukti juga lemah. Padahal sesuai KUHAP harus ada minimal dua alat bukti dan dua saksi," katanya.

Baca juga: Kapolsek diduga memperkosa, M & suami korban saling kenal
(rsa)
Berita Terkait
86 Perempuan Diperkosa...
86 Perempuan Diperkosa Setiap Hari di India, Negara Dinilai Melakukan Pembiaran
Miris! Pelaku Pemerkosaan...
Miris! Pelaku Pemerkosaan Tak Ditangkap, Korban Justru Dilaporkan Balik ke Polisi
Gadis 14 Tahun Diperkosa...
Gadis 14 Tahun Diperkosa Dua Orang Pria Secara Bergilir Dalam Mobil
Lihat Istri Tetangga...
Lihat Istri Tetangga Pakai Handuk, Buruh di OKU Nafsu Lakukan Pemerkosaan
Tak Terima Istrinya...
Tak Terima Istrinya Dirudapaksa, YL Habisi Nyawa Keponakannya
4 Siswi SMA Diduga Diperkosa...
4 Siswi SMA Diduga Diperkosa Oknum Pejabat dan Politisi, Polda Papua Periksa 7 Saksi
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
2 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
3 jam yang lalu
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
10 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
12 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
12 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
12 jam yang lalu
Infografis
Kominfo Diduga Kena...
Kominfo Diduga Kena Hack, Nomor Rekening Bank Dijual Rp196,5 Juta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved