Dua orang tewas ditembak, Koptu RBW minta maaf
Rabu, 06 November 2013 - 14:08 WIB
Dua orang tewas ditembak, Koptu RBW minta maaf
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Provos TNI AU, Koptu RBW, menyerahkan diri ke Mako Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI AU usai menembak tiga orang di sebuah kos di Bojong Loa Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat. Saat menyerahkan diri, ada tiga permintaan maaf yang disampaikan anggota Satuan Provos Denma Korpaskhas itu.
“Pertama, dia menyampaikan maaf kepada keluarga korban,” ujar Kepala Penerangan Korpaskhas, Mayor Rifaid, di Mako Korpaskhas, Kota Bandung, Rabu (6/11/2013).
Kedua, lanjut Rifaid, Koptu RBW meminta maaf pada keluarganya sendiri. “Ketiga, dia meminta maaf kepada institusi TNI,” ungkapnya.
Alasan meminta maaf pada kesatuannya dikarenakan Koptu RBW sadar telah mencemarkan nama baik TNI.
Selain meminta maaf, Koptu RBW juga menyatakan penyesalannya. Apalagi, akibat perbuatannya, dua orang meninggal dunia. Satu meninggal di lokasi penembakan, satu lagi meninggal setelah dirawat di rumah sakit.
Koptu RBW segera menjalani sidang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Berkas pemeriksaannya pun hampir rampung dan segera diserahkan ke Oditur Militer. Sidang akan digelar secara terbuka.
Sementara itu, Rifaid mengatakan secara institusi, pihaknya ikut bertanggung jawab kepada keluarga korban. Pada Minggu, 3 November 2013, pihaknya sudah memberi santunan pada salah satu keluarga korban meninggal.
“Kemarin kami sudah melakukan forum silaturahim mempertemukan keluarga korban dan keluarga pelaku,” ucapnya.
Dalam waktu dekat, tambah Rifaid, pihaknya kembali akan mempertemukan keluarga Koptu RBW dengan keluarga korban meninggal lainnya.
Seperti diketahui, dua orang tewas dalam penembakan tersebut. Ada tiga korban yang menjadi sasaran tembak RBW. Korban pertama tewas di lokasi, yakni Hendi.
Hampir sebulan kemudian, korban lainnya, Mumung, tewas dalam perawatan di Rumah Sakit Immanuel. Satu korban lagi sudah pulang dari rumah sakit. Soal motif penembakan, pelaku diduga kesal karena rak sepatunya berantakan. RBW menuding tiga orang tersebut sebagai pelaku yang mengacak-acak rak sepatunya.
“Pertama, dia menyampaikan maaf kepada keluarga korban,” ujar Kepala Penerangan Korpaskhas, Mayor Rifaid, di Mako Korpaskhas, Kota Bandung, Rabu (6/11/2013).
Kedua, lanjut Rifaid, Koptu RBW meminta maaf pada keluarganya sendiri. “Ketiga, dia meminta maaf kepada institusi TNI,” ungkapnya.
Alasan meminta maaf pada kesatuannya dikarenakan Koptu RBW sadar telah mencemarkan nama baik TNI.
Selain meminta maaf, Koptu RBW juga menyatakan penyesalannya. Apalagi, akibat perbuatannya, dua orang meninggal dunia. Satu meninggal di lokasi penembakan, satu lagi meninggal setelah dirawat di rumah sakit.
Koptu RBW segera menjalani sidang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Berkas pemeriksaannya pun hampir rampung dan segera diserahkan ke Oditur Militer. Sidang akan digelar secara terbuka.
Sementara itu, Rifaid mengatakan secara institusi, pihaknya ikut bertanggung jawab kepada keluarga korban. Pada Minggu, 3 November 2013, pihaknya sudah memberi santunan pada salah satu keluarga korban meninggal.
“Kemarin kami sudah melakukan forum silaturahim mempertemukan keluarga korban dan keluarga pelaku,” ucapnya.
Dalam waktu dekat, tambah Rifaid, pihaknya kembali akan mempertemukan keluarga Koptu RBW dengan keluarga korban meninggal lainnya.
Seperti diketahui, dua orang tewas dalam penembakan tersebut. Ada tiga korban yang menjadi sasaran tembak RBW. Korban pertama tewas di lokasi, yakni Hendi.
Hampir sebulan kemudian, korban lainnya, Mumung, tewas dalam perawatan di Rumah Sakit Immanuel. Satu korban lagi sudah pulang dari rumah sakit. Soal motif penembakan, pelaku diduga kesal karena rak sepatunya berantakan. RBW menuding tiga orang tersebut sebagai pelaku yang mengacak-acak rak sepatunya.
(rsa)