BK selidiki aksi premanisme anggota DPRD Blitar

Rabu, 30 Oktober 2013 - 16:49 WIB
BK selidiki aksi premanisme...
BK selidiki aksi premanisme anggota DPRD Blitar
A A A
Sindonews.com - Badan Kehormatan (BK) menyelidiki aksi premanisme dan penggunaan fasilitas negara oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Blitar di dalam proses pemilihan kepala desa (pilkades).

Menurut keterangan Ketua BK DPRD Kabupaten Blitar Imam Masrokan, pihaknya masih akan mempelajari permasalahan yang ada.

"Kita akan cek dulu permasalahanya seperti apa," ujar Imam kepada Sindo, Rabu (30/10/2013).

Imam Masrokan mengaku belum bisa menjelaskan langkah lanjutan BK, sebelum duduk perkara tuntas dipelajari.

"Yang pasti kita akan mengumpulkan data-data dulu," tegas politisi dari Partai Hanura ini.

Sementara itu secara terpisah anggota Fraksi PDI Perjuangan Muhammad Yuhana menampik semua tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Menurutnya tidak ada preman dan penggunaan fasilitas negara. Jika memang ada pengerahan preman, kata Yuhana tentu polisi tidak akan berpangku tangan.

"Tidak ada itu pengerahan preman. Kalau ada preman, tentu sudah ditangkapi polisi, "ujarnya santai.

Sementara kandidat kades yang tidak terpilih Imam Faturahman mengatakan berkas gugatan hukum telah siap didaftarkan ke Pengadilan Negeri Blitar.

"Rencananya besok Kamis (31/10) kita masukkan gugatan ke PN, termasuk kembali mendatangi kantor DPRD Kabupaten Blitar," ujarnya.

Sebelumnya anggota Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Muhammad Yuhana dituding mengerahkan ratusan preman dalam pilkades Wonodadi 27 Oktober 2013.

Tidak hanya "mengambil alih" proses pemilihan, Yuhana bersama ratusan orang yang diduga sebagai preman juga mengancam hendak memukuli Samsoib, salah seorang kandidat kades lain.

Dalam penghitungan suara yang berlangsung hingga pukul 20.30 WIB itu, Ratih Komalasari, yakni istri Yuhana unggul 3.032 suara.

Sedangkan Samsoib dan Imam Faturahman masing-masing meraih dukungan 436 suara dan 828 suara.

Samsoib menolak menandatangani berkas acara penghitungan suara.
Alasanya proses pelaksanaan pilkades Wonodadi cacat hukum.

Selain adanya intimidasi ratusan preman terhadap para pemilih, Yuhana juga menggunakan fasilitas negara (kendaraan DPRD) untuk mengkondisikan massa.

Di depan panitia pilkades yang tidak berdaya, Yuhana pun hendak menghakimi Samsoib secara fisik.
(lns)
Berita Terkait
Pemilihan Kepala Desa...
Pemilihan Kepala Desa Serentak di Banda Aceh
Pengamat: Ada Oligarki...
Pengamat: Ada Oligarki di Balik Desakan Perpanjangan Masa Jabatan Kades
Pilkades Serentak Segera...
Pilkades Serentak Segera Digelar di Purwakarta, Panitia Dilarang Kutip Iuran
Junimart PDIP Sebut...
Junimart PDIP Sebut Perpanjangan Masa Jabatan Kades Tak Jamin Bisa Redam Konflik
Banyak Guru di Seruyan...
Banyak Guru di Seruyan Diangkat Menjadi Pjs Kades, Bisa Jadi Masalah Baru
43 Desa di Seruyan Segera...
43 Desa di Seruyan Segera Laksanakan Pilkades Serentak
Berita Terkini
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
42 menit yang lalu
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
1 jam yang lalu
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
1 jam yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
2 jam yang lalu
Dilaporkan ke Kemenhaj...
Dilaporkan ke Kemenhaj Sulsel, JFT Siap Memberikan Keterangan dan Langkah Hukum
2 jam yang lalu
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
4 jam yang lalu
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved