Aksi buruh di Makassar rawan kerusuhan

Jum'at, 25 Oktober 2013 - 13:15 WIB
Aksi buruh di Makassar...
Aksi buruh di Makassar rawan kerusuhan
A A A
Sindonews.com - Polda Sulselbar memprediksi, aksi unjuk rasa yang akan dilaksanakan ribuan buruh di Kota Makassar pada 31 Oktober-1 November 2013 mendatang, berpotensi anarkis.

Hal tersebut berdasarkan hasil analisa dari Direktorat Intelejen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda, terhadap rencana aksi buruh mogok nasional, yang menuntut kenaikan upah minimum.

Direktur Dit Intelkam Polda Kombes Pol Baharuddin Jafar mengungkapkan, salah satu yang harus diwaspadai, yakni masuknya penyusup dari luar Kota Makassar.

Menurut dia, massa dari luar tersebut bisa saja memprovokasi aksi di Makassar dan berakibat terganggunya situasi keamanan.

"Harus diwaspadai jika ada massa dari luar sebagai penyusup. Aksi ini berpotensi anarkis," ujar Baharuddin, Jumat (25/10/2013).

Hasil kajian tersebut dilontarkan perwira menengah Polri ini pada rapat koordinasi keamanan dalam rangka antisipasi aksi buruh di Mapolda Sulselbar.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wisnu Sanjaja menyebutkan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, pihaknya menerjunkan sebanyak 3.500 personil.

Dilibatkan pula sebanyak 800 petugas TNI, dan selebihnya merupakan gabungan dari Polrestabes Makassar, Brimob dan Sabhara Polda Sulselbar.

"Semuanya sudah kita susun, dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Kita harap di Makassar berlangsung aman dan terkendali," beber Wisnu.

Sementara itu, Gubernur Syahrul Yasin Limpo mengimbau kepada seluruh organisasi buruh untuk tetap mengedepankan pendekatan budaya lokal dalam aksinya mendatang.

Menurutnya, meski Sulsel dan Makassar dikenal sebagai rawan konflik dalam setiap aksi unjuk rasa, Syahrul meminta itu tidak terjadi.

"Buruh di Sulsel beda dengan buruh di daerah lain. Meski tegas dan kencang dalam menyampaikan tuntutan, tapi ada nilainya. Jangan lagi ada bakar-bakar atau merusak," pungkasnya.

Gubernur dua periode ini menekankan, pihaknya sangat setuju jika upah minimum pekerja di Sulsel dinaikkan. Namun, kenaikan tersebut tidak sampai merugikan para pengusaha di daerah ini.

"Saya akan ambil jalan netral, supaya tidak ada yang dirugikan. Baik buruh dan pengusaha. Tapi beri saya jaminan, agar aksi ke depan berlangsung tertib," ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Apindo Sulsel Latunreng menyebutkan, penerapan upah minimum harus berdasar pada Kebutuhan Hidup Layak (HKL) dan pertumbuhan ekonomi di daerah ini.

"Dari sisi pertumbuhan ekonomi, kita tertinggi sampai 8,6 persen. Kita ingin kenaikan UMP, tapi jangan dipaksanakan. Bisa-bisa lumpuh dunia usaha," jelasnya.
(lns)
Berita Terkait
Massa Buruh Bersama...
Massa Buruh Bersama Rakyat Heningkan Cipta hingga Bakar Tikus Berdasi
6 Tuntutan Buruh Menggema,...
6 Tuntutan Buruh Menggema, Aktivitas Gedung DPR Lengang
Buruh Demo di Depan...
Buruh Demo di Depan DPR Sambil Koreografi Barisan Perjuangan
Ribuan Buruh Bakal Geruduk...
Ribuan Buruh Bakal Geruduk Istana Besok, Ini 3 Tuntutan Utama
Ribuan Buruh Dijadwalkan...
Ribuan Buruh Dijadwalkan Gelar Aksi di Patung Kuda Monas Hari Ini
Ribuan Buruh Lakukan...
Ribuan Buruh Lakukan Demo Menolak Tapera di Istana
Berita Terkini
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
1 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
2 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
4 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
11 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved