Belum dibebaskan, warga minta permeter Rp18 juta
Kamis, 24 Oktober 2013 - 22:27 WIB
Belum dibebaskan, warga minta permeter Rp18 juta
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 140 bidang tanah di Ulujami yang belum dibebaskan dalam proyek Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road West-2 (JORR W-2). Lahan tersebut bisa dibebaskan dengan anggaran Rp80 sampai Rp100 miliar.
Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T) sekaligus Sekertaris Kota Jakarta Selatan Tri Joko mengatakan, tahap pembebasan lahan memang terbilang lamban lantaran tidak adanya kepercayaan antara warga dengan pemerintah. Para warga berfikir kalau pemerintah melakukan bisnis jual beli yang mau mengambil untung.
"Dengan pendekatan yang baik, kami jelaskan kepada warga bagaiamana penghitungan harga tanah dan harga bangunan, bahkan jika ada pohon, kami ganti. Namun kami tegaskan kepada warga, yang membebaskan tanah itu pemerintah, proyeknya pengerjaannya baru swasta," terangnya di Jakarta, Kamis (24/10/2013).
Mengenai harga yang diminta warga sebesar Rp14 juta, Rp16 juta dan Rp18 juta, Tri merasa tidak keberatan. Menurutnya, permintaan tersebut sah-sah saja, asalkan sesuai dengan hitungan tim apresial yang saat ini sedang melakukan pengukuran.
"Silakan saja meminta, kami punya keterbatasan, yang jelas kami tidak pernah mengambil untung. Kami hanya fasilitator," tegasnya.
Sementara itu, Ketua perwakilan warga RW01 dan RW06 Petukangan Selatan, Ahmad Nazar (76) mengatakan, saat ini terdapat 140 lahan yang akan terkena proyek JORR W-2.
Para pemilik bidang tanah sepakat untuk meminta harga yang dibagi dalam tiga kelas, yaitu kelas Ciledug yang menyisakan dua bidang tanah meminta harga Rp18 juta permeter, kelas Unilever yang juga menyisakan dua bidang meminta Rp16 juta, sedangkan sisanya di dalam kampung meminta Rp14 juta permeter.
Harga tersebut, lanjut Ahmad melalui beberapa pertimbangan, dimana salah satunya yaitu harga tanah yang semakin mahal di daerah-daerah singgahan seperti di Tangerang, Bogor dan sebagainya.
"Ini kan mereka yang butuh, kami enggak menjual. Nah kalau butuh ya tanya ke kami berapa harga yang kami minta. Lah sejak dimulainya kembali pembangunan pada 2009 hingga saat ini belum pernah ada dari mereka yang menanyakan berapa harga yang kami minta," ujar sesepuh warga petukangan selatan itu.
Baca berita terkait:
JORR W-2 Kebon Jeruk Ciledug siap dilintasi
Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T) sekaligus Sekertaris Kota Jakarta Selatan Tri Joko mengatakan, tahap pembebasan lahan memang terbilang lamban lantaran tidak adanya kepercayaan antara warga dengan pemerintah. Para warga berfikir kalau pemerintah melakukan bisnis jual beli yang mau mengambil untung.
"Dengan pendekatan yang baik, kami jelaskan kepada warga bagaiamana penghitungan harga tanah dan harga bangunan, bahkan jika ada pohon, kami ganti. Namun kami tegaskan kepada warga, yang membebaskan tanah itu pemerintah, proyeknya pengerjaannya baru swasta," terangnya di Jakarta, Kamis (24/10/2013).
Mengenai harga yang diminta warga sebesar Rp14 juta, Rp16 juta dan Rp18 juta, Tri merasa tidak keberatan. Menurutnya, permintaan tersebut sah-sah saja, asalkan sesuai dengan hitungan tim apresial yang saat ini sedang melakukan pengukuran.
"Silakan saja meminta, kami punya keterbatasan, yang jelas kami tidak pernah mengambil untung. Kami hanya fasilitator," tegasnya.
Sementara itu, Ketua perwakilan warga RW01 dan RW06 Petukangan Selatan, Ahmad Nazar (76) mengatakan, saat ini terdapat 140 lahan yang akan terkena proyek JORR W-2.
Para pemilik bidang tanah sepakat untuk meminta harga yang dibagi dalam tiga kelas, yaitu kelas Ciledug yang menyisakan dua bidang tanah meminta harga Rp18 juta permeter, kelas Unilever yang juga menyisakan dua bidang meminta Rp16 juta, sedangkan sisanya di dalam kampung meminta Rp14 juta permeter.
Harga tersebut, lanjut Ahmad melalui beberapa pertimbangan, dimana salah satunya yaitu harga tanah yang semakin mahal di daerah-daerah singgahan seperti di Tangerang, Bogor dan sebagainya.
"Ini kan mereka yang butuh, kami enggak menjual. Nah kalau butuh ya tanya ke kami berapa harga yang kami minta. Lah sejak dimulainya kembali pembangunan pada 2009 hingga saat ini belum pernah ada dari mereka yang menanyakan berapa harga yang kami minta," ujar sesepuh warga petukangan selatan itu.
Baca berita terkait:
JORR W-2 Kebon Jeruk Ciledug siap dilintasi
(mhd)