Incar uang, perampok keliru gasak bungkusan makanan
Selasa, 22 Oktober 2013 - 18:24 WIB
Incar uang, perampok keliru gasak bungkusan makanan
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah mobil Daihatsu Zenia bernopol H 8972 KB yang dikendarai Anwar Rifai (34) dan Riyadi (35) warga Kadirejo, Banyubiru, Kabupaten Semarang dibobol perampok saat berhenti di Jalan Monginsidi, Salatiga.
Perampok membobol mobil tersebut dengan cara membuka paksa pintu samping kanan dan mengambil plastik warna hitam yang dikira berisi uang.
Sebenarnya, perampok tersebut mengincar uang senilai Rp2 juta yang baru saja diambil Riyadi dari ATM Bank BCA, Jalan Diponegoro, Salatiga yang ditaruh di dalam mobil. Namun, perampok keliru mengambil bungkusan makanan.
Informasi yang dihimpun KORAN SINDO menyebutkan, peristiwa tersebut bermula ketika Riyadi bersama Anwar Rifai mengambil uang senilai Rp2 juta di ATM Bank BCA di Jalan Diponegoro, Salatiga. Setelah mengambil uang, korban yang mengendarai mobil Daihatsu Zenia warna hitam itu langsung pulang ke Banyubiru.
Namun ketika sampai di Jalan Mongoinsidi, Salatiga, Anwar Riwai menghentikan laju mobil lantaran roda belakang sisi kiri kempes. Lantas kedua pengendara mobil tersebut turun untuk mengecek kondisi roda yang kempes. Ternyata ada paku yang menancap di roda tersebut.
Selanjutnya, Anwar Rifai dan Riyadi mengganti roda tersebut dengan roda cadangan. Saat Anwar Rifai dan Riyadi sibuk mengganti roda yang kempes itu, mendadak ada dua orang lelaki berciri-ciri tubuh besar dan mengenakan pakaian kotak-kotak warna abu-abu yang mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU mendekati mobil.
Lelaki yang membonceng langsung masuk ke dalam mobil melalui pintu depan samping kanan.
Namun aksi perampok itu diketahui oleh Anfar Rifai. Anfar Rifai langsung meneriaki perampok tersebut. Lantaran ketakutan, perampok tersebut langsung kabur dengan membawa plastik warna hitam berisi makanan yang diambil dari dalam mobil tersebut.
Saat kabur, kedua perampok sempat menabrak pengendara motor yang ada di depannya hingga terjatuh. Kedua langsung berdiri dan tancap gas kabur dari lokasi kejadian.
"Saat itu, saya sedang mengganti ban belakang yang kempes. Tiba-tiba ada motor berhenti di sebelah pintu depan sisi kanan. Lantas saya tengok, ternyata orang yang membonceng sudah masuk ke dalam mobil dan mencari uang yang baru saya ambil dari bank. Saya langsung berteriak rampok, agar mereka bisa ditangkap warga. Namun mereka berhasil kabur," ujar Anwar Rifai.
Riyadi menduga, perampok tersebut sudah membututinya sejak dari bank. Anwar Rifai juga curiga jika paku yang menancap di roda belakang sisi kiri itu juga sengaja dipasangi oleh kedua perampok. Sebab roda kempes setelah berjalan beberapa puluh meter dari bank dan tiba-tiba ada perampok yang masuk ke dalam mobil dan mengincar uang yang baru saja diambil dari mesin ATM.
"Saya kira, perampokan ini sudah terencana. Untungnya ketahuan," ucap Riyadi.
Sementara itu, sejumlah warga yang mendengar teriakan Anwar Rifai langsung mendatangi lokasi kejadian. Sebagian warga berusaha mengejar kedua perampok namun kehilangan jejak.
Kejadian ini langsung dilaporkan ke Polres Salatiga. Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dan memburu pelakunya.
Perampok membobol mobil tersebut dengan cara membuka paksa pintu samping kanan dan mengambil plastik warna hitam yang dikira berisi uang.
Sebenarnya, perampok tersebut mengincar uang senilai Rp2 juta yang baru saja diambil Riyadi dari ATM Bank BCA, Jalan Diponegoro, Salatiga yang ditaruh di dalam mobil. Namun, perampok keliru mengambil bungkusan makanan.
Informasi yang dihimpun KORAN SINDO menyebutkan, peristiwa tersebut bermula ketika Riyadi bersama Anwar Rifai mengambil uang senilai Rp2 juta di ATM Bank BCA di Jalan Diponegoro, Salatiga. Setelah mengambil uang, korban yang mengendarai mobil Daihatsu Zenia warna hitam itu langsung pulang ke Banyubiru.
Namun ketika sampai di Jalan Mongoinsidi, Salatiga, Anwar Riwai menghentikan laju mobil lantaran roda belakang sisi kiri kempes. Lantas kedua pengendara mobil tersebut turun untuk mengecek kondisi roda yang kempes. Ternyata ada paku yang menancap di roda tersebut.
Selanjutnya, Anwar Rifai dan Riyadi mengganti roda tersebut dengan roda cadangan. Saat Anwar Rifai dan Riyadi sibuk mengganti roda yang kempes itu, mendadak ada dua orang lelaki berciri-ciri tubuh besar dan mengenakan pakaian kotak-kotak warna abu-abu yang mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU mendekati mobil.
Lelaki yang membonceng langsung masuk ke dalam mobil melalui pintu depan samping kanan.
Namun aksi perampok itu diketahui oleh Anfar Rifai. Anfar Rifai langsung meneriaki perampok tersebut. Lantaran ketakutan, perampok tersebut langsung kabur dengan membawa plastik warna hitam berisi makanan yang diambil dari dalam mobil tersebut.
Saat kabur, kedua perampok sempat menabrak pengendara motor yang ada di depannya hingga terjatuh. Kedua langsung berdiri dan tancap gas kabur dari lokasi kejadian.
"Saat itu, saya sedang mengganti ban belakang yang kempes. Tiba-tiba ada motor berhenti di sebelah pintu depan sisi kanan. Lantas saya tengok, ternyata orang yang membonceng sudah masuk ke dalam mobil dan mencari uang yang baru saya ambil dari bank. Saya langsung berteriak rampok, agar mereka bisa ditangkap warga. Namun mereka berhasil kabur," ujar Anwar Rifai.
Riyadi menduga, perampok tersebut sudah membututinya sejak dari bank. Anwar Rifai juga curiga jika paku yang menancap di roda belakang sisi kiri itu juga sengaja dipasangi oleh kedua perampok. Sebab roda kempes setelah berjalan beberapa puluh meter dari bank dan tiba-tiba ada perampok yang masuk ke dalam mobil dan mengincar uang yang baru saja diambil dari mesin ATM.
"Saya kira, perampokan ini sudah terencana. Untungnya ketahuan," ucap Riyadi.
Sementara itu, sejumlah warga yang mendengar teriakan Anwar Rifai langsung mendatangi lokasi kejadian. Sebagian warga berusaha mengejar kedua perampok namun kehilangan jejak.
Kejadian ini langsung dilaporkan ke Polres Salatiga. Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dan memburu pelakunya.
(lns)