Mentawai butuh pertahanan-keamanan laut maksimal

Senin, 21 Oktober 2013 - 12:55 WIB
Mentawai butuh pertahanan-keamanan...
Mentawai butuh pertahanan-keamanan laut maksimal
A A A
Sindonews.com - Mentawai yang berada di posisi pulau terluar di bagian Barat Indonesia, Kabupaten Kepulauan Mentawai, membutuhkan pertahanan dan keamanan laut maksimal. Karena Mentawai berhadapan dengan Samudera Indonesia, yang merupakan pintu masuk berbagai macam potensi ancaman keamanan dan pertahanan laut.

"Pemerintah Indonesia harus segera memberi perhatian penuh terhadap posisi strategis Kepulauan Mentawai. Itu kita sampaikan dalam diskusi publik tentang ‘Penegakan Hukum di Laut Yang Efektif Dalam Rangka Menjamin Tercapainya Kesejahteraan Rakyat’ di Jakarta, beberapa waktu lalu,” kata Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet, saat menghadiri acara Tourism Indonesia Mart & Expo (TIME) atau Pasar Wisata Indonesia, Senin (21/10/2013).

Yudas menyayangkan Kepulauan Mentawai ditempatkan sebagai daerah tertinggal. Sebagai daerah tertinggal, Mentawai berada pada posisi yang sulit berkembang dan sangat bergantung pada dinamika politik di Propinsi Sumatera Barat.

“Seharusnya, Kepulauan Mentawai diposisikan sebagai daerah strategis bagi pertahanan dan kedaulatan Negara Indonesia di sebelah paling barat Indonesia. Dengan posisi strategis ini, Kepulauan Mentawai harus dibangun secara terintegrasi,” ujarnya.

Kepulauan Mentawai itu terdiri dari empat pulau besar, Siberut, Sipora dan Pagai Utara dan Pagai Selatan. Namun demikian, pulau besar ini minim alat transportasi.

“Memang ada kapal penghubung namun frekuensinya sangat jarang yaitu dua kali seminggu. Bahkan untuk menuju ke pulau-pulau terdekat, tidak jarang, masyarakat Mentawai harus ke Padang terlebih dahulu dengan waktu tempuh kapal 7 jam, sementara jarak untuk berhubungan pulau satu dengan yang lain sekitar 1-3 jam. Dalam kondisi seperti ini, Kepulauan Mentawai akan terus menjadi daerah tertinggal,” terangnya.

Maka kondisi itu Mentawai harus dilihat sebagai daerah strategis terkait dengan pertahanan, keamananan dan kedaulatan wilayah Indonesia. Dengan paradigma yang baru ini, Mentawai membutuhkan pangkalan laut TNI AL dan juga fasilitas pendukung lainnya yang pada akhirnya semua itu akan mendorong terbentuknya pembangunan terintegrasi di semua bidang.

“Saya berharap suatu hari, Padang-Mentawai hanya memakan waktu tempuh 3 jam untuk jarak 145 Km. Selama ini, waktu tempuh Padang-Mentawai adalah 10-11 jam menggunakan fery biasa. Dan percepatan waktu tempuh itu merupakan indikator pembangunan ekonomi yang bagus,” jelasnya.

Sementara Mantan Kasum TNI dan Wakasal Didik Heru Purnomo, yang juga Ketua IK2MI menegaskan pemerintah pusat harus memberi perhatian lebih terhadap Kepulauan Mentawai karena posisinya yang sangat strategis.

“Ekonomi laut di seputaran kepulauan tersebut belum dikelola dengan baik. Namun demikian diperlukan kemauan politik pemerintah pusat untuk menggunakan paradigma baru atas status daerah kepulauan Mentawai,” tegasnya.

Menurutnya, keamanan laut dan penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia tidak dapat dilakukan secara parsial dan ini merupakan Lex Specialist. Kepulauan Mentawai rawan dengan penyelundupan manusia (human trafficking) yang akan beremigrasi ke Australia. Selain itu, kepulauan yang kaya akan ikan tuna ini rawan dengan illegal fishing karena minimnya pengawasan atas perairan.

Lebih jauh, mantan Kalakhar Bakorkamla RI itu, luputnya perhatian Kepulauan Mentawai dalam posisi strategisnya, merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh Indonesia di bidang kemaritiman.

Persoalan lain yang cukup pelik adalah tumpang tindih peraturan di laut Indonesia yang menyebabkan kerugian negara Rp30-50 triliun per tahun yang meliputi illegal fishing, illegal logging, pungutan liar di laut dan lain-lain. Bahkan menurut Asosiasi Perkapalan Nasional Indonesia (INSA), kerugian pelayaran nasional dari pungutan liar saja mencapai Rp5 triliun setiap tahun.
(hyk)
Berita Terkait
Deteksi Dini Penting...
Deteksi Dini Penting untuk Cegah Gangguan Keamanan dan Ketertiban
Kapolres Pinrang Harap...
Kapolres Pinrang Harap Dukungan Semua Pihak Ciptakan Keamanan dan Ketertiban
Pos Terpadu Diharapkan...
Pos Terpadu Diharapkan Mampu Jaga Keamanan dan Ketertiban di Bulukumba
Kapolres Ajak Pengurus...
Kapolres Ajak Pengurus Parpol Jaga Keamanan dan Ketertiban di Maros
Ingin Ekonomi Pulih,...
Ingin Ekonomi Pulih, Pengusaha Minta Stabilitas Keamanan dan Ketertiban di Ibu Kota
Gangguan Keamanan Jakarta...
Gangguan Keamanan Jakarta Paling Banyak Dilaporkan melalui Kanal Pemprov DKI
Berita Terkini
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
18 menit yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
27 menit yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
57 menit yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
1 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
1 jam yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
4 jam yang lalu
Infografis
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan Angkatan Laut Korut Dipersenjatai Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved