Polri dinilai 'takut' tuntaskan kasus penembangan polisi
Sabtu, 19 Oktober 2013 - 07:30 WIB
Polri dinilai 'takut' tuntaskan kasus penembangan polisi
A
A
A
Sindonews.com - Sudah sekian lama rentetan kasus penembakan anggota kepolisian belum juga satupun yang berhasil diungkap oleh Polri. Bahkan, kasus tersebut perlahan mulai tertutup dengan kasus kriminal yang ditangani Polri.
Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane beranggapan, pihak kepolisian terlalu takut untuk menuntaskan kasus ini. Padahal, kata dia, sebelumnya mereka sendiri telah merilis dua pelaku yang diduga kuat menjadi pelaku dalam rentetan penembak polisi yang sebagian besar terjadi di daerah Tangerang Selatan.
"Pada beberapa kasus polisi sebenarnya sudah tahu siapa yang melakukan penembakan, tapi secara psikologis polisi 'takut' untuk mengungkapkannya," kata Neta saat berbincang dengan Sindonews, Sabtu (19/10/2013).
Dengan alasan ketakutan itulah yang kemudian menjadi salah satu dugaan bahwa polisi membelokkan latar belakang pelaku penembakan tersebut sebagai pelaku yang dijadikan musuh bersama masyarakat selama ini.
"Sama seperti kasus Cebongan sehingga polisi mengkambinghitamkan teroris," tukasnya.
Selain itu, Neta juga menaruh kecurigaan, penembakan ini sebenarnya justru dilakukan oleh pribadi-pribadi yang kesal dengan korps Bhayankara. Sehingga kemudian muncul sikap iseng untuk melakukan penembakan terhadap polisi.
"Kerjaan orang-orang seperti inilah yang justru sangat sulit diungkap," tegasnya.
Baca berita terkait:
Sibuk suksesi Kapolri, kasus penembakan polisi terlupakan
Polda klaim ada perkembangan dikasus penembakan polisi
Ungkap profil pelaku, polisi reka ulang penembakan
Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane beranggapan, pihak kepolisian terlalu takut untuk menuntaskan kasus ini. Padahal, kata dia, sebelumnya mereka sendiri telah merilis dua pelaku yang diduga kuat menjadi pelaku dalam rentetan penembak polisi yang sebagian besar terjadi di daerah Tangerang Selatan.
"Pada beberapa kasus polisi sebenarnya sudah tahu siapa yang melakukan penembakan, tapi secara psikologis polisi 'takut' untuk mengungkapkannya," kata Neta saat berbincang dengan Sindonews, Sabtu (19/10/2013).
Dengan alasan ketakutan itulah yang kemudian menjadi salah satu dugaan bahwa polisi membelokkan latar belakang pelaku penembakan tersebut sebagai pelaku yang dijadikan musuh bersama masyarakat selama ini.
"Sama seperti kasus Cebongan sehingga polisi mengkambinghitamkan teroris," tukasnya.
Selain itu, Neta juga menaruh kecurigaan, penembakan ini sebenarnya justru dilakukan oleh pribadi-pribadi yang kesal dengan korps Bhayankara. Sehingga kemudian muncul sikap iseng untuk melakukan penembakan terhadap polisi.
"Kerjaan orang-orang seperti inilah yang justru sangat sulit diungkap," tegasnya.
Baca berita terkait:
Sibuk suksesi Kapolri, kasus penembakan polisi terlupakan
Polda klaim ada perkembangan dikasus penembakan polisi
Ungkap profil pelaku, polisi reka ulang penembakan
(mhd)