Korban sambaran petir di Bone ternyata satu keluarga
Jum'at, 18 Oktober 2013 - 15:37 WIB
Korban sambaran petir di Bone ternyata satu keluarga
A
A
A
Sindonews.com - Korban tersambar petir yang terjadi di Dusun Weddae, Desa Patanga, Kecamatan Tellu Siattingnge, Kabupaten Bone, merupakan satu keluarga.
Dari empat yang terkena sambaran petir, dua diantaranya tewas seketika yakni Ema Binti H Kamire (16), siswa SMA Dua Boccoe, dan seorang nenek bernama Salma (65) ibu rumah tangga (IRT). Sementara yang selamat dari maut pasangan suami istri yakni Kamire Bin Pallaggo (45), dan Kanang Binti Linga (40) yang mengalami luka bakar.
Peristiwa yang menghebohkan warga setempat itu terjadi di gubuk sawah, sekira pukul 10.00, Wita, Jumat (18/10). Korban tewas anak dan nenek yang terkapar di bawah gubuk sawah, langsung dievakuasi oleh warga setempat.
Kapolsek Tellusiattinge, AKP Musliadi, mengatakan keempat warga Weddae itu terkena petir saat mereka berteduh di gubuk sawah karena diguyur hujan.
"Mereka menanam kacang ijo, namun hujan sehingga berteduh, pada saat berteduh, mereka disambar petir, dua langsung meninggal, dua lainnya dirawat karena luka bakar," kata Musliadi melalui via ponselnya kepada SINDO.
Musliadi menambahkan, korban yang selamat saat ini diopname di rumah mereka, sementara yang meninggal alam proses pemakaman.
"Tadi setelah Jumatan saya tinggalkan rumah korban masih dalam proses pemakaman," tambahnya.
Baca juga: Petir menggelegar di Bone, 2 warga tewas, 2 kritis
Dari empat yang terkena sambaran petir, dua diantaranya tewas seketika yakni Ema Binti H Kamire (16), siswa SMA Dua Boccoe, dan seorang nenek bernama Salma (65) ibu rumah tangga (IRT). Sementara yang selamat dari maut pasangan suami istri yakni Kamire Bin Pallaggo (45), dan Kanang Binti Linga (40) yang mengalami luka bakar.
Peristiwa yang menghebohkan warga setempat itu terjadi di gubuk sawah, sekira pukul 10.00, Wita, Jumat (18/10). Korban tewas anak dan nenek yang terkapar di bawah gubuk sawah, langsung dievakuasi oleh warga setempat.
Kapolsek Tellusiattinge, AKP Musliadi, mengatakan keempat warga Weddae itu terkena petir saat mereka berteduh di gubuk sawah karena diguyur hujan.
"Mereka menanam kacang ijo, namun hujan sehingga berteduh, pada saat berteduh, mereka disambar petir, dua langsung meninggal, dua lainnya dirawat karena luka bakar," kata Musliadi melalui via ponselnya kepada SINDO.
Musliadi menambahkan, korban yang selamat saat ini diopname di rumah mereka, sementara yang meninggal alam proses pemakaman.
"Tadi setelah Jumatan saya tinggalkan rumah korban masih dalam proses pemakaman," tambahnya.
Baca juga: Petir menggelegar di Bone, 2 warga tewas, 2 kritis
(rsa)