Mengenang sang maestro, Andjar Any

Jum'at, 18 Oktober 2013 - 06:01 WIB
Mengenang sang maestro,...
Mengenang sang maestro, Andjar Any
A A A
Sindonews.com - Nama pencipta lagu langgam jawa Anjar Mudjiono atau Andjar Any begitu sangat dikenang oleh masyarakat, terutama para muisis di Jawa Tengah. Sederet lagu ciptaannya, sangat populer hingga mendapat pangakuan di tingkat nasional.

Lima tahun mengenang wafatnya master piece Andjar Any komunitas keroncong Solo, akan menggelar acara khusus.Lagu-lagu ciptaan Andjar Any akan dilantunkan khusus memperingati meninggalnya sang maestro itu.

Koordinator acara, Wartono mengatakan kegiatan tersebut hasil kerja sama ahli waris almarhum dengan Pemkot Solo dan komunitas musisi keroncong.

Sekitar 20 lagu langgam Jawa ciptaan sang maestro akan dimainkan di Joglo Sriwedari pada 20 Oktober nanti.

Ribuan hasil karyanya seperti Jangkrik Genggong, Yen ing Tawang Ana Lintang, Nyidam Sari, serta Taman Jurug yang diakui nasional akan dilantunkan.

“Orkes keroncong Hanjaringat yang dipimpinnya saat masih hidup, akan mengiringi para biduan keroncong. Yaitu Nini Satria, Wulan, In indriyani, dan Cahwati. Kami juga mengundang ibu Waldjinah dan 200 undangan lain,” terangnya, Kamis (17/10/2013).

Andjar Any sukses mencipta ribuan lagu langgam yang mengantarkan dirinya sebagai tokoh seni kondang di tanah Jawa sekaligus kritikus di bidang tersebut.

Sejumlah lagu karangan Anjar Any dipopulerkan oleh sejumlah penyanyi kawakan, antara lain Waldjinah, Ki Narto Sabdo dan Gesang.

Selain dikenal sebagai pencipta lagu, pria yang meninggal pada 13 November 2008 ini dikenal pula sebagai jurnalis di Kota Bengawan dan pembina kelompok seni Reog.

Produktivitasnya di bidang seni dicatat museum rekor Indonesia (MURI) sebagai pencipta lagu langgam Jawa terbanyak, yakni 1.050 judul. Wartono meyakini, jumlah lagu ciptaannya jauh lebih banyak.

“Saat merenovasi rumahnya, saya menemukan 38 lagu yang tercecer. Mungkin ada 2.000 lebih lagu yang diciptakannya semasa hidup,” ungkap Wartono.

Bagi Andjar Any, penciptaan tiap lagu mengandung cerita kehidupan pribadi hingga kritik sosial. Misalnya lagu Yen Ing Tawang Ono Lintang yang lahir dari keinginannya memiliki anak perempuan, serta Nyidam Sari yang diciptakan di saat dirinya terhimpit masalah ekonomi.
(lns)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Indonesia Bertutur 2024,...
Indonesia Bertutur 2024, Upaya Perkuat Ekosistem Budaya
Napak Jagat Nusantara...
Napak Jagat Nusantara Penampil Utama dalam Gelaran Seni Budaya untuk Meriahkan Rangkaian HUT ke-79 TNI
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
28 menit yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
1 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
2 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
3 jam yang lalu
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
6 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
10 jam yang lalu
Infografis
Cetak Gol Perdana, Daniel...
Cetak Gol Perdana, Daniel Maldini Pecahkan Rekor Sang Kakek
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved