684 TKI Jatim dipulangkan paksa dengan pesawat haji
Rabu, 16 Oktober 2013 - 21:15 WIB
684 TKI Jatim dipulangkan paksa dengan pesawat haji
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 684 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jatim di Arab Saudi dipulangkan paksa karena melebihin batas tinggal. Ratusan TKI tersebut dipulangkan menggunakan pesawat haji.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jawa Timur Harry Soegiri mengungkapkan, sebelum dipulangkan, mereka banyak yang terlantar dan tinggal di sejumlah kolong jembatan.
Para TKI itu dipulangkan oleh pemerintah Arab Saudi dengan pesawat yang ditumpangi Jamaah haji ketika kembali ke Indonesia dalam keadaan kosong.
"Kita sudah berkordinasi dengan Kementrian Luar Negeri, KBRI di Arab Saudi dan BPNP2TKI maupun Kemenakertrans. Selanjutnya, kami akan berkordinasi dengan Pemkab/Pemkot untuk memulangkan mereka ke tempat asal," kata Hary di Surabaya, Rabu (16/10/2013).
Ia menjelaskan, dari 684 TKI itu, sebanyak 70 persen merupakan TKI yang menggunakan visa umroh. Selanjutnya, 30 persen adalah TKI resmi yang melarikan diri dari rumah majikan lantaran tidak ada kecocokkan saat bekerja.
Dari data yang ada, lanjut Hary mereka berasal dari Malang, Blitar, Tulungagung, dan Ponorogo. "Wilayah tersebut merupakan pengirim TKI terbesar ke Arab saudi," katanya.
Hary menambah, untuk jalur tidak resmi atau Ilegal didominasi oleh TKI asal Madura. Mereka dipulangkan karena tidak ada kejelasan nasib hingga tinggal di kolong jembatan.
Terkait TKI ilegal ini, Pemprov Jatim sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
Menurut dia, saat ini TKI overstay yang dipulangkan oleh pemerintah sudah pulang ke kampung halaman masing-masing dengan selamat, karena tugas dari Pemprov Jatim hanya memastikan para TKI ini sampai di kampung halaman dengan selamat.
Pihaknya akan melakukan pengetatan dengan cara menempatkan Satgas di setiap Bandara dan Pelabuhan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jawa Timur Harry Soegiri mengungkapkan, sebelum dipulangkan, mereka banyak yang terlantar dan tinggal di sejumlah kolong jembatan.
Para TKI itu dipulangkan oleh pemerintah Arab Saudi dengan pesawat yang ditumpangi Jamaah haji ketika kembali ke Indonesia dalam keadaan kosong.
"Kita sudah berkordinasi dengan Kementrian Luar Negeri, KBRI di Arab Saudi dan BPNP2TKI maupun Kemenakertrans. Selanjutnya, kami akan berkordinasi dengan Pemkab/Pemkot untuk memulangkan mereka ke tempat asal," kata Hary di Surabaya, Rabu (16/10/2013).
Ia menjelaskan, dari 684 TKI itu, sebanyak 70 persen merupakan TKI yang menggunakan visa umroh. Selanjutnya, 30 persen adalah TKI resmi yang melarikan diri dari rumah majikan lantaran tidak ada kecocokkan saat bekerja.
Dari data yang ada, lanjut Hary mereka berasal dari Malang, Blitar, Tulungagung, dan Ponorogo. "Wilayah tersebut merupakan pengirim TKI terbesar ke Arab saudi," katanya.
Hary menambah, untuk jalur tidak resmi atau Ilegal didominasi oleh TKI asal Madura. Mereka dipulangkan karena tidak ada kejelasan nasib hingga tinggal di kolong jembatan.
Terkait TKI ilegal ini, Pemprov Jatim sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
Menurut dia, saat ini TKI overstay yang dipulangkan oleh pemerintah sudah pulang ke kampung halaman masing-masing dengan selamat, karena tugas dari Pemprov Jatim hanya memastikan para TKI ini sampai di kampung halaman dengan selamat.
Pihaknya akan melakukan pengetatan dengan cara menempatkan Satgas di setiap Bandara dan Pelabuhan.
(lns)