Pabrik ekstasi beromset Rp90 juta perhari dibongkar
Rabu, 16 Oktober 2013 - 15:22 WIB
Pabrik ekstasi beromset Rp90 juta perhari dibongkar
A
A
A
Sindonews.com - Kepolisian Resor Jakarta Barat (Polres Jakbar) berhasil membongkar pabrik ekstasi skala rumah tangga di wilayahnya. Diketahui pabrik ekstasi tersebut mampu memproduksi 300 butir pil ekstasi atau setara Rp90 juta.
Kapolres Jakarta Barat, Kombes Fadil Imran menerangkan, terbongkarnya pabrik di Jalan Tubagus Angke, Gang Siaga I RT09/04 No.35, Angke, Tambora, Jakarta Barat berawal dari penangkapan bandar narkoba di wilayahnya.
Rumah yang ditempati pasangan suami-istri HY dan HI ini telah dijadikan home industry narkoba jenis ekstasi sejak empat bulan lalu.
Hal itu diketahui dari penangkapan kaki tangan mereka yang berinisial JK dan GY pada Senin 7 Oktober 2013 di depan minimarket Jalan Casablanca Raya, Jakarta Selatan. Dimana dari kedua tersangka tersebut pihaknya berhasil mengamankan 48 butir pil ekstasi.
"HY dan HI saat ini masih DPO. Kami hanya menemukan bahan-bahan pembuat narkotika jenis pil ekstasi, alat produksi narkotika jenis pil ekstasi, senjata api air soft gun dan hasil produksi sebanyak 1000 pil ekstasi siap edar," kata Kombes Fadil Imran di lokasi penggerebekan, Rabu (16/10/2013).
Berdasarkan pengakuan JK dan GY, lanjut Fadil, HY dan HI dalam sehari mampu memproduksi 300 butir pil ekstasi dengan keuntungan sekira Rp90 juta.
Kapolres Jakarta Barat, Kombes Fadil Imran menerangkan, terbongkarnya pabrik di Jalan Tubagus Angke, Gang Siaga I RT09/04 No.35, Angke, Tambora, Jakarta Barat berawal dari penangkapan bandar narkoba di wilayahnya.
Rumah yang ditempati pasangan suami-istri HY dan HI ini telah dijadikan home industry narkoba jenis ekstasi sejak empat bulan lalu.
Hal itu diketahui dari penangkapan kaki tangan mereka yang berinisial JK dan GY pada Senin 7 Oktober 2013 di depan minimarket Jalan Casablanca Raya, Jakarta Selatan. Dimana dari kedua tersangka tersebut pihaknya berhasil mengamankan 48 butir pil ekstasi.
"HY dan HI saat ini masih DPO. Kami hanya menemukan bahan-bahan pembuat narkotika jenis pil ekstasi, alat produksi narkotika jenis pil ekstasi, senjata api air soft gun dan hasil produksi sebanyak 1000 pil ekstasi siap edar," kata Kombes Fadil Imran di lokasi penggerebekan, Rabu (16/10/2013).
Berdasarkan pengakuan JK dan GY, lanjut Fadil, HY dan HI dalam sehari mampu memproduksi 300 butir pil ekstasi dengan keuntungan sekira Rp90 juta.
(ysw)