282 ibu & anak di Jawa Tengah terjangkit AIDS

Jum'at, 11 Oktober 2013 - 01:40 WIB
282 ibu & anak di Jawa...
282 ibu & anak di Jawa Tengah terjangkit AIDS
A A A
Sindonews.com - Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Solo, Jawa Tengah, mencatat sebanyak 282 kasus HIV/AIDS menyerang ibu rumah tangga dan anak-anak. Sangat disayangkan, kasus ini tiba-tiba muncul tanpa diprediksi awal dan pemetaan penyebarannya.

Perolehan data risti pengidap HIV/AIDS dari ibu rumah tangga dan anak-anak, muncul diantara daftar enam kelompok. Diantaranya wanita pekerja seksual (WPS), pelanggan WPS, waria, pengguna narkoba suntik (penasun) dan lesbian/gay.

Di luar ibu dan anak, pendataan kalangan risti dapat memunculkan perkiraan jumlah pengidap, jumlah riil, jumlah yang sudah ditangani, jumlah yang belum ditangani, dan jumlah ODHA (orang dengan HIV/AIDS).

Ketua KPA Solo Harsoyo Soepodo mengatakan, data kelompok risti pada 2009 masih mengerucut pada kalangan yang bersentuhan langsung dengan aktivitas rentan terjangkit virus.

Aktivitas seksual menyimpang, sering berganti pasangan, serta penggunaan jarum suntik oleh pengonsumsi narkoba, adalah sejumlah sasaran pendataan. Akibat munculnya ODHA dari ibu rumah tangga dan anak, pola penanganan HIV/AIDS perlu memperhatikan kalangan lain di luar kelompok risti.

“Ibu rumah tangga tertular dari suaminya. Anak tertular dari konsumsi ASI. Bisa pula orang yang sama sekali tak berkaitan dengan aktivitas risiko malah menderita HIV/AIDS. Contohnya, tertular karena tak sengaja darah penderita masuk ke tubuh,” jelasnya, Kamis (10/10/2013).

Deteksi terhadap kalangan tak terduga terjangkit HIV/AIDS ini bergantung pada kesediaan penderita untuk memeriksakan diri ke klinik VCT (voluntary counselling dan testing). Cara lain adalah melalui pembentukan warga peduli AIDS (WPA) di 51 kelurahan. “Cara ini efektif memantau siapa saja yang terjangkit dan memperlakukannya secara benar,” terangnya.

Dia menjamin penderita tak dibebani ongkos berobat jika mau kooperatif dengan tim medis dan pendamping. Identitas penderita juga dijamin kerahasiaannya.

“Kami memiliki funding dalam program peduli HIV/AIDS, termasuk pembebasan biaya pengobatan. Hanya diperlukan tekad dari penderita untuk mau didampingi dokter dan LSM, serta kemauan untuk hidup lebih lama,” jelasnya.
(san)
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
4 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
4 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
5 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
5 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
7 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
8 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved