Bocah 2 tahun di Depok lemah tak berdaya
Senin, 07 Oktober 2013 - 16:12 WIB
Bocah 2 tahun di Depok lemah tak berdaya
A
A
A
Sindonews.com - Nasib malang menimpa Fatmawati (2) warga Gang Majelis RT 05 RW 01 Nomor 73 Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya, Depok. Bocah itu mengalami penyakit radang selaput otak dan terbaring lemah tak berdaya.
Dia harus menanggung rasa sakit sedangkan teman seusianya asik bermain. Bahkan, Fatma biasa dia dipanggil tak mampu menerima asupan makanan. Ia hanya dapat minum susu dengan bantuan selang infus. Tubuhnya yang membengkak tak kuasa digerakkannya.
Iis Ratnaningsih, ibu Fatma menuturkan, sakit yang diderita anaknya sudah sejak lima bulan lalu. Mulanya, Fatma mengalami panas tinggi hingga 40 derajat celcius. Dia juga kejang-kejang.
"Tiba-tiba nafsu makannya turun lemas dan tubuhnya kaku enggak bisa digerakkan," kata Iis kepada wartawan di Depok, Senin (7/10/2013).
Dari hasil diagnosa dokter, kata dia, anaknya mengalami sakit serius karena sumsum tulang belakangnya sudah terinfeksi.
"Kemudian dokter menyarankan saya ke rumah sakit, karena di klinik itu enggak ada alatnya," tuturnya.
Ia menjelaskan dirinya sempat putus asa melihat kondisi anaknya yang semakin menurun. Beruntung anaknya yang bernama Fatma terdaftar sebagai pasien Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Hingga saat ini, Fatma menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta.
"Dokter di RS Harapan Kita bilang jika anak saya kena radang selaput otak dan harus rutin terapi seminggu sekali. Cuma kadang-kadang saya terkendala biaya transportasi. Untuk menutupi itu saya kerja jadi kuli nyuci di daerah Cipayung. Lumayan hasilnya, apalagi saya masih ada tiga orang anak yang masih sekolah," ungkapnya.
Dia berharap ada secercah harapan kesembuhan untuk anak bungsunya itu. "Saya selalu berdoa dan berharap Fatma bisa sembuh. Kembali lincah dan bermain sama kakak-kakaknya," paparnya.
Dia harus menanggung rasa sakit sedangkan teman seusianya asik bermain. Bahkan, Fatma biasa dia dipanggil tak mampu menerima asupan makanan. Ia hanya dapat minum susu dengan bantuan selang infus. Tubuhnya yang membengkak tak kuasa digerakkannya.
Iis Ratnaningsih, ibu Fatma menuturkan, sakit yang diderita anaknya sudah sejak lima bulan lalu. Mulanya, Fatma mengalami panas tinggi hingga 40 derajat celcius. Dia juga kejang-kejang.
"Tiba-tiba nafsu makannya turun lemas dan tubuhnya kaku enggak bisa digerakkan," kata Iis kepada wartawan di Depok, Senin (7/10/2013).
Dari hasil diagnosa dokter, kata dia, anaknya mengalami sakit serius karena sumsum tulang belakangnya sudah terinfeksi.
"Kemudian dokter menyarankan saya ke rumah sakit, karena di klinik itu enggak ada alatnya," tuturnya.
Ia menjelaskan dirinya sempat putus asa melihat kondisi anaknya yang semakin menurun. Beruntung anaknya yang bernama Fatma terdaftar sebagai pasien Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Hingga saat ini, Fatma menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta.
"Dokter di RS Harapan Kita bilang jika anak saya kena radang selaput otak dan harus rutin terapi seminggu sekali. Cuma kadang-kadang saya terkendala biaya transportasi. Untuk menutupi itu saya kerja jadi kuli nyuci di daerah Cipayung. Lumayan hasilnya, apalagi saya masih ada tiga orang anak yang masih sekolah," ungkapnya.
Dia berharap ada secercah harapan kesembuhan untuk anak bungsunya itu. "Saya selalu berdoa dan berharap Fatma bisa sembuh. Kembali lincah dan bermain sama kakak-kakaknya," paparnya.
(mhd)