Mandi di Sungai Widas, 3 siswa SD tewas tenggelam
Senin, 07 Oktober 2013 - 00:14 WIB
Mandi di Sungai Widas, 3 siswa SD tewas tenggelam
A
A
A
Sindonews.com - Tiga siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim) tewas tenggelam di Sungai Widas, dekat rumahnya, Minggu (6/10/2013).
Peristiwa tersebut terjadi setelah ketiga korban lelah bermain bola dan bermaksud menyegarkan dirinya dengan mandi dan berenang di sungai. Namun nahas, sungai bekas penambangan pasir liar tersebut ternyata sangat dalam sehingga korban yang tidak bisa berenang langsung tewas tenggelam.
Ketiga korban yakni Herlambang (13), Santo (13), dan Yayang (13). Ketiganya merupakan warga Desa Demangan, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jatim.
Jenazah ketiga siswa SD inipun langsung dikumpulkan di tepi sungai untuk menunggu tim identifikasi dari Polres Nganjuk datang.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, awalnya ketiga korban sedang mengisi hari libur mereka dengan bermain bola di tanah lapang tepi sungai, bersama satu temannya lagi, Budi. Setelah lelah dan kepanasan, salah satu korban bermaksud menyegarkan dirinya dengan mandi dan berenang di sungai.
Namun baru saja menceburkan diri, korban langsung berteriak minta tolong dan tenggelam. Diduga korban tidak menyadari jika sungai bekas lokasi penambangan pasir liar ini sangat dalam. Melihat hal tersebut, dua korban lainnya bermaksud menolong dengan menceburkan dirinya ke sungai, namun nahas, keduanya akhirnya juga ikut tenggelam.
Ketakutan melihat tiga temannya tenggelam, Budi, yang tidak ikut mandi langsung berteriak minta tolong hingga membuat warga sekitar berdatangan. Namun, meski berhasil dievakuasi, nyawa ketiga korban akhirnya tak dapat diselamatkan.
"Air Sungai Widas yang tenang pada musim kemarau biasanya memang dangkal, namun karena selama ini pasirnya terus disedot oleh para penambang pasir liar, membuat Sungai Widas di musim kemarau menjadi dalam, jelas paman salah satu korban, Umar, Minggu (6/10/2013).
Menurutnya, setelah divisum, jenazah ketiga korban langsung dievakuasi ke rumah masing-masing. Sementara itu, jerit tangis histeris keluarga tak terbendung saat melihat para jenazah korban tiba di rumah duka.
Peristiwa tersebut terjadi setelah ketiga korban lelah bermain bola dan bermaksud menyegarkan dirinya dengan mandi dan berenang di sungai. Namun nahas, sungai bekas penambangan pasir liar tersebut ternyata sangat dalam sehingga korban yang tidak bisa berenang langsung tewas tenggelam.
Ketiga korban yakni Herlambang (13), Santo (13), dan Yayang (13). Ketiganya merupakan warga Desa Demangan, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jatim.
Jenazah ketiga siswa SD inipun langsung dikumpulkan di tepi sungai untuk menunggu tim identifikasi dari Polres Nganjuk datang.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, awalnya ketiga korban sedang mengisi hari libur mereka dengan bermain bola di tanah lapang tepi sungai, bersama satu temannya lagi, Budi. Setelah lelah dan kepanasan, salah satu korban bermaksud menyegarkan dirinya dengan mandi dan berenang di sungai.
Namun baru saja menceburkan diri, korban langsung berteriak minta tolong dan tenggelam. Diduga korban tidak menyadari jika sungai bekas lokasi penambangan pasir liar ini sangat dalam. Melihat hal tersebut, dua korban lainnya bermaksud menolong dengan menceburkan dirinya ke sungai, namun nahas, keduanya akhirnya juga ikut tenggelam.
Ketakutan melihat tiga temannya tenggelam, Budi, yang tidak ikut mandi langsung berteriak minta tolong hingga membuat warga sekitar berdatangan. Namun, meski berhasil dievakuasi, nyawa ketiga korban akhirnya tak dapat diselamatkan.
"Air Sungai Widas yang tenang pada musim kemarau biasanya memang dangkal, namun karena selama ini pasirnya terus disedot oleh para penambang pasir liar, membuat Sungai Widas di musim kemarau menjadi dalam, jelas paman salah satu korban, Umar, Minggu (6/10/2013).
Menurutnya, setelah divisum, jenazah ketiga korban langsung dievakuasi ke rumah masing-masing. Sementara itu, jerit tangis histeris keluarga tak terbendung saat melihat para jenazah korban tiba di rumah duka.
(rsa)