Penghargaan terhadap batik masih minim

Senin, 30 September 2013 - 13:10 WIB
Penghargaan terhadap...
Penghargaan terhadap batik masih minim
A A A
Sindonews.com - Penghargaan pemerintah terhadap seni budaya batik dinilai masih minim. Hal ini dibuktikan dengan belum adanya penghargaan yang sebanding bagi para perajin batik di Indonesia.

"Tak hanya sosialisasi mencintai batik saja yang masih kurang, perhatian pemerintah sendiri masih belum maksimal. Sampai sekarang belum ada standar minimal mutu batik maupun penghasilan bagi para pembuatnya. Pendapatan kita dari seni budaya batik sampai saat ini belum bisa dinikmati," ujar Kepala Dinas Kebudayaan DIY GBPH Yudhaningrat Senin (30/9/2013).

Di sela-sela kegiatan membatik massal di Tugu Yogyakarta oleh 127siswa SD Bopkri Gondolayu, Gusti Yudha panggilan akrabnya menuturkan, penghasilan para pembatik yang minim tersebut juga menjadi faktor utama tidak adanya regenerasi dalam seni budaya batik. Hal ini makin diperparah dengan sulitnya memperjuangkan nasib para pembatik.

"Buruh batik tidak seperti buruh perusahaan yang penghasilannya sudah diatur melalui aturan Upah Minimum Provinsi (UMP). Bagi para buruh batik tidak ada standar minimal sehingga kami juga sulit memperjuangkan nasib mereka," imbuhnya.

Berkaitan dengan kegiatan membatik oleh siswa SD tersebut, menurut Gusti Yudha, seni budaya membutuhkan proses yang panjang. Dengan mendidik anak mencintai seni budaya sejak dini mampu menjadikan mereka ikut melestarikan budaya bangsa.

"Sebagai negara dengan seni budaya yang banyak, Indonesia jangan sampai tertinggal dari negara lain. Negara China dan Malaysia saat ini saja sudah mulai membuat batik versi mereka untuk menyaingi batik kita. Melalui hobi, meski tidak menjadi profesi para anak-anak ini nanti, setidaknya mereka mampu memiliki kesadaran menjaga budaya bangsa," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Bopkri Gondolayu Ester Markis Sarworini SPd mengatakan, pelajaran membatik di sekolahnya sudah menjadi pelajaran muatan lokal. Dalam seminggu, pelajaran membatik diajarkan selama dua jam pelajaran.

"Pelajaran membatik sebenarnya sudah kami ajarkan sejak kelas 1, tapi siswa baru benar-benar diajarkan cara membatik mulai kelas 4. Kelas 1 sampai 3 baru tahap pengenalan membatik," ujarnya.

Diungkapkan Ester, tujuan awal pelajaran membatik diterapkan sejak 3 tahun lalu tersebut ialah untuk mengajarkan para siswa melestarikan budaya bangsa. Dengan satu guru batik dan dibantu wali kelas masing-masing, para siswa SD Bopkri Gondolayu sudah beberapa kali menggelar pameran batik di sekolah mereka.

Kegiatan membatik massal tersebut dilaksanakan untuk memperingati Hari Batik Nasional 2 Oktober dan Ulang Tahun Kota Yogyakarta 7 Oktober, sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun SD Bopkri Gondolayu ke-71.
(lns)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Indonesia Bertutur 2024,...
Indonesia Bertutur 2024, Upaya Perkuat Ekosistem Budaya
Napak Jagat Nusantara...
Napak Jagat Nusantara Penampil Utama dalam Gelaran Seni Budaya untuk Meriahkan Rangkaian HUT ke-79 TNI
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
Nahdliyin Muda Batang:...
Nahdliyin Muda Batang: Siapa pun Ketum PBNU Harus Bisa Memperkuat Posisi NU
3 jam yang lalu
5 Fakta Bom Perang Dunia...
5 Fakta Bom Perang Dunia II Meledak di Biak Numfor, Nomor 3 Memilukan
3 jam yang lalu
Kemenpar Apresiasi BPJPH...
Kemenpar Apresiasi BPJPH atas Kolaborasi Sertifikasi Halal 31.548 UMK Desa Wisata
4 jam yang lalu
4 Kombes Pol Digeser...
4 Kombes Pol Digeser Kapolri ke Dirreskrimum Polda pada Mutasi 7 Mei 2026
6 jam yang lalu
Tol Trans Jawa Ramai...
Tol Trans Jawa Ramai saat Libur Waisak, Ribuan Kendaraan Padati Gerbang Tol Utama
13 jam yang lalu
Dari Penyidik KPK hingga...
Dari Penyidik KPK hingga Dirreskrimum Polda NTT, Jejak Karier Kombes Sigit Haryono
14 jam yang lalu
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved