Ini jawaban Gus Ipul soal tudingan BerKaH

Jum'at, 27 September 2013 - 16:55 WIB
Ini jawaban Gus Ipul...
Ini jawaban Gus Ipul soal tudingan BerKaH
A A A
Sindonews.com - Salah satu materi Gugatan Pasangan Khofifah-Hermah (BerKaH) di sidang Mahkamah Konstitusi (MK) adalah persoalan bantuan kepada masyarakat Jawa Timur.

BerKaH menganggap, bantuan yang bersumber APBD Jatim itu membuat Pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) menang.

Salah satunya adalah program Jalin Kesra (Jalan Lain Menuju Kesejahteraan). Program ini adalah bantuan kepada masyarakat Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM).

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengungkapkan, program tersebut sudah ada sejak tahun 2010. Hal itu sebagai bentuk komitmen KarSa dengan jargon APBD untuk rakyat. Jumlah RTSM pun berdasarkan data di Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur.

"Total ada 493.000 RTSM yang menerima program Jalin Kesra. Pertahun sekitar 90 ribu RTSM yang menerima bantuan tersebut. Nilainya sekitar Rp2,2 Jutaan tapi tidak berupa uang tunai. Insya Alloh Tahun 2014 tuntas semua," kata Gus Ipul usai salat Jumat di Masjid Baitul Hamdi, Surabaya, Jumat (27/9/2013).

Bantuan yang diberikan, tergantung dari kebutuhan masyarakat.

Jadi, kata Gus Ipul, tidak semua RTSM menerima kambing. Ada pula yang menerima Sarang Tawon, Gerobak, Ayam. Jika diuangkan, nominalnya sekitaran Rp2,2 Jutaan.

Ia menjelaskan, program ini sudah sesuai dengan aturan yang ada. Bahkan, melalui pembahasan dengan legeslatif. Sehingga dalam menggunakan APBD sudah ada payung hukum yang berlaku.

"Tahun 2011 program ini sudah dinauingi dengan Peraturan Gubernur. Sehingga masyarakat tidak salah mengartikan. Pernah ada yang salah tafsir bantuan ini dari rekanan. Padahal dari pemerintah provinsi," jelasnya.

Kemudian soal Bantuan Sosial (Bansos) yang juga disoal ada peningkatan dari tahun ke tahun.

Ketua PBNU ini menjelaskan, Bansos mekanismenya melalui usulan dari anggota DPRD Jatim saat reses. Dari usulan itu kemudian dibahas melalui rapat antara legislatif dan eksekutif. Selanjutnya, juga dikirimkan ke Mendagri untuk disetujui dalam bentuak APBD Jatim.

"Ketika sudah disetujui baru dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang ada," jelasnya.

Jika ada penyelewengan, tentunya KPK harus turun. Menurutnya, saat ini BPK RI sudah ada sistem E-Audit. Sistem ini memantau perkembangan aliran dana keluar-masuk di pemerintahan propinsi yang sifatnya real time.

"Banyak tuduhan yang spekulatif. Masyarakat saya harap untuk memperoleh informasi tidak sepotong-sepotong. Begitu juga dengan media harus menyajikan informasi yang utuh," tandas mantan Ketua Umum GP Ansor itu.
(lns)
Berita Terkait
Pilkada Jatim: 2 Petugas...
Pilkada Jatim: 2 Petugas KPPS Meninggal dan 7 Sakit saat Bertugas
Bawaslu Jatim Tegaskan...
Bawaslu Jatim Tegaskan Tak Ada Larangan Warga Kampanye Menangkan Kotak Kosong
Subaru XV 2.0i 2013,...
Subaru XV 2.0i 2013, SUV AWD Mewah dan Ganteng, Harga Anjlok
Milenials Freedom Ungkap...
Milenials Freedom Ungkap Sosok yang Tepat Pimpin Jatim di Pilgub 2029
PPP Resmi Usung Duet...
PPP Resmi Usung Duet Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2024
15.539 Personel Dikerahkan...
15.539 Personel Dikerahkan Polda Jatim untuk Amankan Pilkada Serentak
Berita Terkini
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
19 menit yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
35 menit yang lalu
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
1 jam yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
1 jam yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
1 jam yang lalu
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
2 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved