Bandara ditolak, Pemkab enggan bertindak

Rabu, 18 September 2013 - 05:10 WIB
Bandara ditolak, Pemkab...
Bandara ditolak, Pemkab enggan bertindak
A A A
Sindonews.com – Munculnya spanduk penolakan bandara internasional yang dipasang Wahana Tri Tunggal (WTT), tak mengubah sikap Pemkab Kulonprogo.

Pemkab memilih ‘acuh’ dan mengabaikan penolakan warga sembari menunggu izin penetapan lokasi (IPL) turun dari Kementrian Perhubungan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo RM Astungkoro mengatakan, pemkab tidak bisa melarang warga untuk menolak rencana pembangunan bandara. Namun demikian, dia memastikan mencatat penolakan WTT sebagai aspirasi.

”Sekarang, biarkan saja,” kata Astungkoro, Selasa (17/9/2013).

Menurut Astungkoro, munculnya penolakan warga terhadap bandara dapat dimaklumi. Sebab, hingga kini belum ada sosialisasi apa pun terkait rencana tersebut.

Pemkab, kata dia, tidak bisa melakukan apa pun selama IPL belum turun, termasuk memediasi warga dengan PT Angkasa Pura.

”Warga juga belum paham, dampak dan mekanismenya nanti. Kami pun belum menyosialisasikan renca aitu kepada mereka. Nanti akan kita temui untuk menjelaskan prosesnya,” terang dia.

Dia menjelaskan, proses ganti rugi tanah di lokasi calon bandra akan melibatkan tim appraisal. Sehingga penilaian dilakukan tim independen secara detil. Penilaian appraisal, akan menjadi dasar proses akuisisi lahan calon bandara.

“Kalau dulu kita bentuk tim 9 untuk pengadaan tanah, tapi nanti untuk bandara ini melibatkan tim appraisal. Semuanya dihitung termasuk kalau ada tanaman dan sebagainya. Semua yang menghitung tim appraisal,” jelasnya.

Dia menambahkan, saat ini draft IPL sudah naik ke meja Wakil Menteri Perhubungan dari Biro Hukum Kemenhub. Namun demikian, dia belum tahu kapan draft akan ditandatangani.

“Kita tunggu saja beberapa minggu ke depan. Tap i itu juga artinya analisa teknis sudah clear,” tambahnya.

Wahana Tri Tunggal (WTT), sebelumnya memasang 30 lebih spanduk berisi penolakan bandara internasional pengganti Adisutjipto. Spanduk dipasang di empat dusun dan dua desa di wilayah Temon.

WTT juga tengah menyiapkan spanduk berukuran besar yang akan dipasang saat sosialisasi.Spanduk itu berisi tanda tangan warga yang konsisten menolak bandara. Rencananya spanduk memliki panjang 30 meter dan akan dipasang di sekitar Glagah.
(lns)
Berita Terkait
Pembangunan Capai 60...
Pembangunan Capai 60 Persen, Bandara Singkawang Ditargetkan Beroperasi di Awal 2024
Presiden Jokowi Resmikan...
Presiden Jokowi Resmikan Bandara Toraja Senilai Rp800 M
Pembangunan Bandara...
Pembangunan Bandara Baru Kediri Resmi Dimulai
Pembangunan Bandara...
Pembangunan Bandara Kediri Gunakan Skema KPBU
Proyek Bandara VVIP...
Proyek Bandara VVIP IKN Siap Dilelang Dini, Cek Jadwalnya
Cari Tahu Kelanjutan...
Cari Tahu Kelanjutan Pembangunan Bandara di Sebuai, Anggota Dewan Sambangi Bappedalitbang Kalteng
Berita Terkini
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
28 menit yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
1 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
2 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
3 jam yang lalu
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
6 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
10 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved