Kawasan kumuh di Depok tak miliki MCK

Jum'at, 13 September 2013 - 12:01 WIB
Kawasan kumuh di Depok...
Kawasan kumuh di Depok tak miliki MCK
A A A
Sindonews.com - Kawasan pemukiman kumuh di Depok ternyata menyebabkan perilaku budaya kehidupan masyarakatnya rendah. Salah satunya banyak dari mereka yang belum memiliki sanitasi yang baik dan Mandi Cuci Kakus (MCK) di rumah.

Banyak warga yang masih buang air besar di kebun, ataupun sungai. Karena itu, pemerintah pusat melalui provinsi Jawa Barat mengucurkan anggaran langsung ke rekening masyarakat Depok di kawasan kumuh. Sementara Pemerintah Kota (pemkot) Depok berperan memfasilitasi warga setempat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov).

"Ini lokasi penataan kawasan kumuh, peningkatan infrastruktur perkotaan. Kami akan membuat septic tank komunal atau MCK plus plus, jadi pengolahan limbahnya akan menjadi baik, ini APBN dananya melalui propinsi dan disalurkan ke rekening masyarakat langsung," ujar Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kota Depok Wijayanto, Jumat (13/9/2013).

Salah satunya di Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Depok telah dibentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Ketua KSM yang juga menjabat sebagai Ketua RW Abdul Aqib memperoleh kepercayaan dengan mendapat transfer rekening Rp400 juta untuk dikelola bersama warga.

"Jadi kami membangun septic tank komunal ini untuk 50 KK agar buang kotoran di tempat yang benar, jadi nanti pakai perpipaan, elevasi diperhitungkan. Kami sebut ini istilahnya program Sanimas atau sanitasi masyarakat, disalurkan lagnsung ke masyarakat," paparnya.

Sementara masyarakat diminta untuk menyediakan lahan atau tanah hibah untuk dibuatkan septic tank komunal agar tidak diklaim ahli waris.

Sementara ada program Sanimas lainnya yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah di empat titik di Depok, yakni dua titik di kelurahan Curug Cimanggis dan dua titik di kelurahan Pondok Jaya Cipayung.

"Dana Alokasi Khusus (DAK) ada 4 titik, yang melalui provinsi Jawa Barat dua titik, dan masih ada lagi 20 titik kawasan kumuh yang menunggu giliran atau waiting list, nantinya jamban-jamban liar di sungai akan ditutup, tak ada lagi," tegasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Pemkot Depok Banjir...
Pemkot Depok Banjir Kritik, Bongkar Pasang Trotoar Jalan Margonda
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Pemkot Depok Izinkan...
Pemkot Depok Izinkan Warga Ziarah Kubur dengan Penerapan Prokes
Pemkot Depok Pertimbangkan...
Pemkot Depok Pertimbangkan Lakukan Swab Test di Lokasi Keramaian
Sambangi Kantor PCNU...
Sambangi Kantor PCNU Depok, PDIP Ingin Dapatkan Saran Soal Penangangan Covid-19
THR ASN Kota Depok Sudah...
THR ASN Kota Depok Sudah Dicairkan 100%
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
1 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
4 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
4 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
4 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
4 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
5 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved