5 daerah di Jabar mogok jual tempe dan tahu

Senin, 09 September 2013 - 17:36 WIB
5 daerah di Jabar mogok...
5 daerah di Jabar mogok jual tempe dan tahu
A A A
Sindonews.com - Para pedagang tahu dan tempe di lima daerah di Jawa Barat mogok berjualan sebagai bentuk protes atas mahalnya harga kedelai. Mereka berencana mogok selama tiga hari mulai hari ini hingga Rabu (11/9/2013).

"Berdasarkan informasi yang masuk ke kami, ada sekira lima daerah yang pedagang tahu dan tempenya mogok jualan. Salah satunya Bandung," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Ferry Sofwan, di Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (9/9/2013).

Ia mengaku paham tujuan pedagang melakukan aksi mogok jualan agar sebagai bentuk protes. Tapi ada hal lain yang menurutnya juga perlu diperhatikan.

"Kan masih ada perajin tahu dan tempe yang masih punya kedelai," ungkapnya.

Perajin yang masih punya kedelai, bukan berarti produksi dan ongkos produksi perajin tahu dan tempe berhenti. Sehingga perajin tahu dan tempe juga akan merugi, bukan hanya pedagang saja.

Ferry berharap, aksi mogok jualan itu berlangsung hanya satu hari. Sebab jika lebih dari satu hari, kerugian pihak-pihak yang terkait dengan tahu dan tempe akan makin besar.

Apalagi, tahu dan tempe jadi salah satu makanan favorit masyarakat. Jika pedagang mogok jualan, praktis masyarakat tidak bisa merasakan tahu dan tempe.

"Mudah-mudahan tidak lebih dari satu hari. Tahu dan tempe ini kan sangat dibutuhkan masyarakat," harap Ferry.

Selain itu, Ferry mengaku ada kekhawatiran tersendiri dari mogoknya para pedagang tahu dan tempe. Kekhawatiran itu adalah adanya konflik horisontal di antara sesama pedagang tahu dan tempe. Sebab tidak semua pedagang dan perajin tergabung dalam satu organisasi yang sama.

Ferry menambahkan, kebutuhan kedelai di tingkat nasional adalah sekira 2,5 juta ton per tahun. Dari jumlah itu, produksi kedelai lokal hanya 800 ton, sisanya adalah kedelai impor.

"Khusus untuk Jawa Barat, kebutuhannya sekira 216 ribu ton atau 9 persen dari kebutuhan nasional," pungkas Ferry.
(rsa)
Berita Terkait
Viral! Penjual Asongan...
Viral! Penjual Asongan Bagikan Dagangannya Gratis untuk Pendemo RUU Pilkada, Netizen Terharu
Ditanyai Soal Demo Pedagang...
Ditanyai Soal Demo Pedagang Thrifting, Mendag Zulhas Malah Nyelonong
Pedagang Pasar Toraja...
Pedagang Pasar Toraja Utara Demo di Kantor DPRD, Ini Tuntutannya
Tinjau 4 Halte, Ariza...
Tinjau 4 Halte, Ariza Akan Bantu Pedagang Korban Demo 8 Oktober
Demo Kemendag, Pedagang...
Demo Kemendag, Pedagang Thrifting Sebut Pemerintah Lebih Pilih Impor Baju China
Aksi Demo Pedagang Pasar...
Aksi Demo Pedagang Pasar Bantar Gebang
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
3 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
3 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
4 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
4 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
6 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
7 jam yang lalu
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved