27 murid SD keracunan

Jum'at, 06 September 2013 - 18:36 WIB
27 murid SD keracunan
27 murid SD keracunan
A A A
Sindonews.com - Kasus keracunan makanan kembali terjadi di Sleman. Kali ini menimpa 27 murid SD Krajan 1, Sidoluhur, Godean, Sleman.

Mereka mual setelah mengonsumsi permen yang dijajakan seorang penjual di sekolah tersebut.

27 siswa tersebut langsung dibawa ke Puskesmas Godean untuk mendapatkan tindakan medis. Setelah mendapatkan perawatan medis, akhirnya mereka sudah diperbolehkan pulang.

Kepala dinas kesehatan (Dinkes) Sleman Mafilinda Nuraini mengatakan untuk mengetahui apa penyebab terjadinya keracunan, sekarang sedang melakukan penelitian dan meminta keterangan kepada pihak-pihak yang berkompeten, termasuk mencari penjual permen tersebut, terutama dari mana permen itu.

“Sebab, dari keterangan seusai menjajakan permen langsung meninggalkan sekolah. Namun dari laporan petugas hari ini (kemarin), telah berhasil menemukan penjual permen tersebut dan dari pengakuannya, permen itu didapatkan dari pasar Ngijon, Moyudan, Sleman,” kata Mafilinda Nuraini, usai memberikan penjelasan soal adanya kuesioner penjarigan kesehatan peserta didik sekolah lanjutan, di kantor Humas Sleman,Jumat (6/9/2013).

Mafilinda menjelaskan setelah mengetahui asal-usul permen tersebut, akan mengambil sampel untuk penelitian sekaligus untuk mengetahui apakah permen itu diproduksi sendiri atau memesan dari tempat lain.
Dari hasil tersebut, sebagai dasar untuk menindaklanjuti dan mengungkap kasus tersebut.

“Kami juga akan melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan instansi terkait,” paparnya.

Dinkes dan BPPOM sendiri sebenarnya terus melakukan monitoring, baik untuk kualitas makanan dan jananan maupun kesehatan kantin sekolah, termasuk juga menghimbau kepada anak didik untuk tidak jajan sembarangan dan tidak mengkonsumsi makanan yang tidak layak.

“Untuk pengawasan ini tidak hanya di kantin sekolah, namun juga pasar,” tandasnya.

Kabid Kurikulum dan Kesiswaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman Sri Wantini menambahkan agar kasus tersebut tidak terulang, meminta kepala sekolah, untuk selektif dalam menyediakan makanan jajanan di kantin sekolah. Terutama bahan makanan yang aman.

“Namun, karena penjual makanan dan jajanan tidak hanya di kantin sekolah namun di luar sekolah juga ada, sehingga untuk pengawasannya tidak mudah," ungkapnya.
(lns)
Berita Terkait
SPPG Wajib Kantongi...
SPPG Wajib Kantongi Sertifikat Higienis Usai Kasus Keracunan MBG
Santap Nasi Kotak Saat...
Santap Nasi Kotak Saat Acara Tausiah, 90 Orang Masuk Rumah Sakit dan 1 Tewas
83 Warga Keracunan Usai...
83 Warga Keracunan Usai Hadiri Hajatan di Sukabumi
1 Tewas dan Belasan...
1 Tewas dan Belasan Lainnya Dirawat di Puskesmas Akibat Keracunan Makanan di Ciamis
Puluhan Warga Gunungkidul...
Puluhan Warga Gunungkidul Keracunan Makanan, 1 Meninggal Dunia
43 Santri di Gunung...
43 Santri di Gunung Putri Diduga Keracunan Nasi Kotak
Berita Terkini
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
1 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
1 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
1 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
1 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
2 jam yang lalu
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
2 jam yang lalu
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved