Pipapinasi Batu Massong ditargetkan rampung tahun ini
Minggu, 01 September 2013 - 12:50 WIB
Pipapinasi Batu Massong ditargetkan rampung tahun ini
A
A
A
Sindonews.com - Bupati Bantaeng, Sulsel, HM Nurdin Abdullah menargetkan akan merampungkan pipanisasi Bendungan Batu Massong tahun ini. Langkah ini untuk membantu warganya yang selama ini mengandalkan air hujan untuk kegiatan sehari-hari.
"Jangan heran bila petani menanam tiga kali dan belum tentu bisa panen. Jika pipanisasi rampung, sawah tadah hujan tersebut berubah menjadi lahan produktif,” jelas Nurdin, Minggu (1/9/2013).
Pihaknya berharap, saat air sudah mengalir, petani sudah bisa tiga kali panen dalam setahun. Indikasinya, dalam dua tahun terakhir, petani mendapat berkah karena irigasi kecil sudah berfungsi sehingga sudah bisa menanam.
"Bila air dari Batu Massong juga sudah bisa dimanfaatkan, otomatis penanaman akan bertambah,’’ urainya.
Bupati juga mengatakan, hingga 2012, Kabupaten Bantaeng mencatat peningkatan produksi tertinggi bidang pertanian, khususnya produksi padi yang mencapai 21 persen.
Beberapa hari sebelumnya, peninjauan ke mega proyek yang akan mengaliri 7 ribuan hektare sawah tadah hujan di Kecamatan Gantarangkeke dan Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng, yang dilakukan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI, Dr Gatot Irianto ke lokasi pipanisasi Batu Massong, Jumat 30 Agustus 2013.
Dirjen pada peninjauan tersebut didampingi Direktur Pengelolaan Air Irigasi Prasetyo Muchsin, Direktur Pembiayaan Mulyadi, Direktur Pupuk Suprapti, Sekretaris Direktorat PSP Abd Madjid, pejabat pertanian Pemprov Sulsel.
Rombongan diantar Plt Kadis PU dan Praswil Kabupaten Bantaeng, Abdul Malik, Kabid Pengairan Darwis dan sejumlah pejabat lainnya.
Sebelum meninjau lokasi, Dirjen bersama rombongan diterima Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di rumah jabatan Bupati Bantaeng sekaligus dilakukan pemaparan perkembangan proyek.
Dirjen berharap, pipanisasi sepanjang 12 kilometer dapat meningkatkan luas areal tanam yang semula sawah tadah hujan menjadi sawah produktif.
Karena itu, ia berharap, pipanisasi yang memanfaatkan 30 persen air Sungai Bialo ini segera diselesaikan agar bisa difungsikan mengairi lahan yang selama ini hanya berharap hujan.
"Jangan heran bila petani menanam tiga kali dan belum tentu bisa panen. Jika pipanisasi rampung, sawah tadah hujan tersebut berubah menjadi lahan produktif,” jelas Nurdin, Minggu (1/9/2013).
Pihaknya berharap, saat air sudah mengalir, petani sudah bisa tiga kali panen dalam setahun. Indikasinya, dalam dua tahun terakhir, petani mendapat berkah karena irigasi kecil sudah berfungsi sehingga sudah bisa menanam.
"Bila air dari Batu Massong juga sudah bisa dimanfaatkan, otomatis penanaman akan bertambah,’’ urainya.
Bupati juga mengatakan, hingga 2012, Kabupaten Bantaeng mencatat peningkatan produksi tertinggi bidang pertanian, khususnya produksi padi yang mencapai 21 persen.
Beberapa hari sebelumnya, peninjauan ke mega proyek yang akan mengaliri 7 ribuan hektare sawah tadah hujan di Kecamatan Gantarangkeke dan Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng, yang dilakukan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI, Dr Gatot Irianto ke lokasi pipanisasi Batu Massong, Jumat 30 Agustus 2013.
Dirjen pada peninjauan tersebut didampingi Direktur Pengelolaan Air Irigasi Prasetyo Muchsin, Direktur Pembiayaan Mulyadi, Direktur Pupuk Suprapti, Sekretaris Direktorat PSP Abd Madjid, pejabat pertanian Pemprov Sulsel.
Rombongan diantar Plt Kadis PU dan Praswil Kabupaten Bantaeng, Abdul Malik, Kabid Pengairan Darwis dan sejumlah pejabat lainnya.
Sebelum meninjau lokasi, Dirjen bersama rombongan diterima Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di rumah jabatan Bupati Bantaeng sekaligus dilakukan pemaparan perkembangan proyek.
Dirjen berharap, pipanisasi sepanjang 12 kilometer dapat meningkatkan luas areal tanam yang semula sawah tadah hujan menjadi sawah produktif.
Karena itu, ia berharap, pipanisasi yang memanfaatkan 30 persen air Sungai Bialo ini segera diselesaikan agar bisa difungsikan mengairi lahan yang selama ini hanya berharap hujan.
(ysw)