Setelah bertahun-tahun akhirnya warga Baluwarti bertemu Raja

Jum'at, 30 Agustus 2013 - 05:06 WIB
Setelah bertahun-tahun...
Setelah bertahun-tahun akhirnya warga Baluwarti bertemu Raja
A A A
Sindonew.com - Ratusan warga Baluwarti Kecamatan Pasar Kliwon melakukan pertemuan dengan Raja Keraton Kasunanan Surakarta (Keraton Solo), Kamis (29/8) malam.

Pertemuan yang di lakukan di dalem Purwodiningratan tersebut merupakan pertemuan pertama antara warga Baluwarti dengan Pakubuwana XIII Hangabehi, sejak beberapa tahun terakhir.

Dalam peretemuan tersebut, ratusan warga tersebut melakukan ramah tamah dengan Raja Keraton Solo itu. Dalam kesempatan itu, Raja juga ditemani oleh permaisuri serta Mahapatih Tedjowulan dan beberapa pengageng keraton lainnya.

Pertemuan tersebut tidak disia-siakan oleh warga Baluwarti. Beberapa warga tampak mengeluarkan unek-unek mereka kepada sang raja. Warga mengaku rindu dengan sosok sang raja tersebut, pasalnya warga tidak pernah mengetahui kondisi sang raja, meskipun tinggal dalam satu bilik keraton.

Selain itu warga juga menyesalkan konflik yang terjadi di tubuh keraton yang terjadi pada Senin pekan lalu. Menurut mereka konflik tersebut sangat mengganggu kenyamanan para warga apalagi disaat konflik beberapa hari lalu, banyak orang luar yang disewa oleh dewan lembaga adat keraton untuk mengamankan keraton.

"Saya tidak suka jika wilayah keraton diganggu orang luar. Kita tidak bisa tidur nyenyak karena ada mobil patroli. Kami ingin keraton kembali seperti dahulu," ucap salah seorang warga, Kustiadi.

Dalam kesempatan tersebut, Mahapatih Tedjowulan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada warga Baluwarti yang telah mendukung Pemerinrtahan Raja Pakubuana XIII. Selain itu Tedjowulan juga berterimakasih karena warga telah membantu menyelamatkan raja, ketika raja disandra dewan adat keraton saat konflik terjadi Senin lalu.

Tedjowulan juga meminta dukungan para warga Baluwarrti untuk menyingkirkan para anggota dewan adat dari Pemerintahan Kasunanan Surakarta. Menurutnya lembaga dewan adat tersebut tidak ada dalam struktur keraton, sehingga lembaga tersebut harus disingkirkan dari Keraton Solo.

"Siapapun yang tidak terima dengan pemerintahan raja, ya harus disingkirkan dari kubu keraton. Lembaga dewan kan menentang, jadi harus kita singkirkan agar raja tenang dan berpikir secara santai," pungkasnya.

Sementara itu usai pertemuan dengan warga terseburt, Raja PB XIII dan Tedjowulan langsung diiring oleh warga baluwarti menuju Sasana Putra.
(kri)
Berita Terkait
Geger Suksesi Keraton...
Geger Suksesi Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta
Ulama Keraton Solo,...
Ulama Keraton Solo, KRT Pujo Setyonodipuro Tutup Usia
Momen Halalbihalal di...
Momen Halalbihalal di Keraton Solo, 2 Kubu Gelar Acara di Lokasi Berbeda
Pedagang Kaget, Pintu...
Pedagang Kaget, Pintu Alun Alun Utara Keraton Solo Mendadak Digembok
Acara Slametan Awali...
Acara Slametan Awali Pemugaran Pesanggrahan Langenharjo Keraton Solo
Lembaga Dewan Adat Keraton...
Lembaga Dewan Adat Keraton Solo Ganti Nama KGPH Mangkubumi Jadi KGPH Hangabehi
Berita Terkini
Gelar Intercultural...
Gelar Intercultural Festival 2026, UMB Satukan Mahasiswa 9 Negara lewat Budaya
1 jam yang lalu
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
12 jam yang lalu
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
12 jam yang lalu
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
13 jam yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
13 jam yang lalu
Dilaporkan ke Kemenhaj...
Dilaporkan ke Kemenhaj Sulsel, JFT Siap Memberikan Keterangan dan Langkah Hukum
14 jam yang lalu
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved