Kapolres Poso minta Komnas HAM tidak berat sebelah
Rabu, 28 Agustus 2013 - 11:31 WIB
Kapolres Poso minta Komnas HAM tidak berat sebelah
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) diminta untuk tidak berat sebelah dalam menanggapi kegiatan penegakan hukum di Poso yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Hal itu disampaikan Kapolres Poso AKBP Susnadi saat digelar pertemuan dengan Komnas HAM, Rabu (28/8/2013).
Dalam pertemuan yang dilakukan secara santai dan boleh diliput oleh media itu, Susnadi meminta agar Komnas HAM dapat menanggapi operasi kepolisian di wilayah Poso.
Sebab, langkah polisi dalam upaya pencegahan dan penanganan tindak terorisme.
"Ini keluhan anggota dan keluarga anggota polisi khususnya yang menjadi korban aksi terorisme pada 2012 silam yang yang menilai Komnas HAM berat sebelah sehingga terkesan Komnas HAM berpihak kepaa kelompok terorisme," tuturnya, Rabu (28/8/2013).
Menanggapi itu, Siane Indriani mengatakan Komnas HAM pada prinsipnya tetap melindungi setiap pihak. Namun Komnas HAM juga terbuka untuk membantu bila ada pengaduan ataupun laporan dari anggota Polri di Poso.
"Namun dengan sistem komando di aparat penegak hukum sering kali pengaduan yang masuk ke Komnas HAM tidak dilakukan secara terbuka, selain itu secara institusi setiap anggota Polri yang bertugas juga mendapatkan perlindungan dari institusinya tanpa diminta," tukas Siane, Rabu (28/8/2013).
Berbeda dengan masyarakat yang ketika menjadi korban, tidak memiliki tempat untuk mengadu, terlebih bila hal itu dilakukan oleh aparat penegak hukum.
Komnas HAM sendiri datang ke Poso dan Morwali Sulawesi Tengah selama tiga hari. Tim Komnas HAM ini dipimpin SubKomisi Pemantau dan Penyelidikan Komnas HAM Siane Indriani
Menurutnya, pertemuan dengan pihak kepolisian di Poso dalam rangka membangun komunikasi yang baik dengan kepolisian di mana Komnas HAM dan Polri dapat saling membantu dalam tindakan preventif dan penegakan hukum dalam rangka pemberantasan terorisme.
Hal itu disampaikan Kapolres Poso AKBP Susnadi saat digelar pertemuan dengan Komnas HAM, Rabu (28/8/2013).
Dalam pertemuan yang dilakukan secara santai dan boleh diliput oleh media itu, Susnadi meminta agar Komnas HAM dapat menanggapi operasi kepolisian di wilayah Poso.
Sebab, langkah polisi dalam upaya pencegahan dan penanganan tindak terorisme.
"Ini keluhan anggota dan keluarga anggota polisi khususnya yang menjadi korban aksi terorisme pada 2012 silam yang yang menilai Komnas HAM berat sebelah sehingga terkesan Komnas HAM berpihak kepaa kelompok terorisme," tuturnya, Rabu (28/8/2013).
Menanggapi itu, Siane Indriani mengatakan Komnas HAM pada prinsipnya tetap melindungi setiap pihak. Namun Komnas HAM juga terbuka untuk membantu bila ada pengaduan ataupun laporan dari anggota Polri di Poso.
"Namun dengan sistem komando di aparat penegak hukum sering kali pengaduan yang masuk ke Komnas HAM tidak dilakukan secara terbuka, selain itu secara institusi setiap anggota Polri yang bertugas juga mendapatkan perlindungan dari institusinya tanpa diminta," tukas Siane, Rabu (28/8/2013).
Berbeda dengan masyarakat yang ketika menjadi korban, tidak memiliki tempat untuk mengadu, terlebih bila hal itu dilakukan oleh aparat penegak hukum.
Komnas HAM sendiri datang ke Poso dan Morwali Sulawesi Tengah selama tiga hari. Tim Komnas HAM ini dipimpin SubKomisi Pemantau dan Penyelidikan Komnas HAM Siane Indriani
Menurutnya, pertemuan dengan pihak kepolisian di Poso dalam rangka membangun komunikasi yang baik dengan kepolisian di mana Komnas HAM dan Polri dapat saling membantu dalam tindakan preventif dan penegakan hukum dalam rangka pemberantasan terorisme.
(lns)