Bocah 6 tahun takut pulang karena ibu tiri
Sabtu, 24 Agustus 2013 - 13:14 WIB
Bocah 6 tahun takut pulang karena ibu tiri
A
A
A
Sindonews.com - Seorang bocah laki-laki (N) mengaku tidak mau kembali kepada kedua orangtuanya. N bocah berusia enam tahun ini ditemukan di Jalan Raya Margonda, Depok dengan kondisi tubuh luka lebam.
Saat ini N sudah di bawa ke panti sosial Yayasan Bina Remaja Mandiri, Jalan Kramat Benda, Sukmajaya, Depok. Dugaan sementara N kabur dari rumahnya dan tak mau kembali, karena sering disiksa dan dipukuli ibu tirinya.
"Enggak mau pulang ke rumah ibu tiri. Aku minta pinjam mainan enggak boleh, minta beliin mainan dimarahi, padahal aku punya uang lebaran dari bude dan pakde di Surabaya, kalau di sini (panti) senang banyak teman," tuturnya polos, Sabtu (24/08/2013).
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail datang mengunjungi dan melihat kondisi N secara langsung. Ia mengakui bahwa di tubuh N banyak luka lebam sehingga N kabur dari rumah.
"Memang ada luka lebam di tangan, kaki, dan luka bekas jeweran di bagian telinga, kami sudah melacak RT dan RW N, dan N ini diantar pakde dan budenya dari Malang ke Depok ke rumah ayah kandung dan ibu tirinya, penanganan yang kami lakukan sudah sigap ditangani oleh Dinas Tenaga Kerja dan Sosial dan RSUD," ujar Nur Mahmudi.
Penanganan selanjutnya, kata dia, saat ini pihaknya tengah menunggu hasil visum dan berkoordinasi dengan kepolisian. Sementara kondisi kejiwaan N akan diperiksa oleh psikiater RSUD Depok dr Diana Papayungan SpKJ.
"Kami menindaklanjuti temuan anak yang mengalami kekerasan fisik luka lebam, dan kasus ini tak terkait dengan capaian Depok Kota Layak Anak, sebab Kota Layak Anak tidak identik dengan banyaknya kasus, tetapi kesiapsiagaan sistem kami, baik di level pemerintah, masyarakat, untuk menangani kasus - kasus kekerasan dan kezaliman terhadap anak, dan APBD kami siap untuk itu," tandasnya.
Saat ini N sudah di bawa ke panti sosial Yayasan Bina Remaja Mandiri, Jalan Kramat Benda, Sukmajaya, Depok. Dugaan sementara N kabur dari rumahnya dan tak mau kembali, karena sering disiksa dan dipukuli ibu tirinya.
"Enggak mau pulang ke rumah ibu tiri. Aku minta pinjam mainan enggak boleh, minta beliin mainan dimarahi, padahal aku punya uang lebaran dari bude dan pakde di Surabaya, kalau di sini (panti) senang banyak teman," tuturnya polos, Sabtu (24/08/2013).
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail datang mengunjungi dan melihat kondisi N secara langsung. Ia mengakui bahwa di tubuh N banyak luka lebam sehingga N kabur dari rumah.
"Memang ada luka lebam di tangan, kaki, dan luka bekas jeweran di bagian telinga, kami sudah melacak RT dan RW N, dan N ini diantar pakde dan budenya dari Malang ke Depok ke rumah ayah kandung dan ibu tirinya, penanganan yang kami lakukan sudah sigap ditangani oleh Dinas Tenaga Kerja dan Sosial dan RSUD," ujar Nur Mahmudi.
Penanganan selanjutnya, kata dia, saat ini pihaknya tengah menunggu hasil visum dan berkoordinasi dengan kepolisian. Sementara kondisi kejiwaan N akan diperiksa oleh psikiater RSUD Depok dr Diana Papayungan SpKJ.
"Kami menindaklanjuti temuan anak yang mengalami kekerasan fisik luka lebam, dan kasus ini tak terkait dengan capaian Depok Kota Layak Anak, sebab Kota Layak Anak tidak identik dengan banyaknya kasus, tetapi kesiapsiagaan sistem kami, baik di level pemerintah, masyarakat, untuk menangani kasus - kasus kekerasan dan kezaliman terhadap anak, dan APBD kami siap untuk itu," tandasnya.
(kur)