Cemarkan lingkungan, warga minta peternakan ayam ditutup

Kamis, 22 Agustus 2013 - 21:25 WIB
Cemarkan lingkungan,...
Cemarkan lingkungan, warga minta peternakan ayam ditutup
A A A
Sindonews.com - Berbau dan diduga tak berizin palsu, sebuah peternakan ayam petelur berpopulasi puluhan ribu ekor di Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar didemo warga. Puluhan warga yang bermukim di area terdekat menuntut peternakan untuk ditutup.

"Kita sudah tidak tahan dengan bau kotoran ayam," ujar Serly sebagai juru bicara warga, Kamis (22/8/2013).

Di depan petugas satpol PP, perangkat desa, pegawai kecamatan, perwakilan kantor lingkungan hidup dan pemilik ayam, Serly menyampaikan, bahwa aroma tidak sedap peternakan sudah masuk kategori pencemaran lingkungan.

Saban hari, mulai bangun tidur (pagi) hingga hendak tidur (malam), warga dipaksa menghisap udara busuk yang berasal dari kandang ayam.

Tidak hanya itu, Aroma tidak sedap, kata Serly juga mendatangkan lalat. Serangga yang secara teori kesehatan membawa baksil penyakit itu menyerbu makanan dan minuman warga.

"Dengan keberadaan kandang ayam, dapat dikatakan lingkungan tempat tinggal kami menjadi tidak sehat," jelasnya.

Peternakan ayam itu berdiri sudah cukup lama. Sesuai keterangan izin lingkungan (HO) dan prinsip, surat perizinan tersebut dikeluarkan sejak tahun 1986.

Menurut Serly, ada sejumlah data persyaratan pembuatan izin yang tidak sesuai fakta di lapangan. Yakni terkait nama-nama warga yang bertanda tangan, dinilai Serly palsu.

Kemudian lokasi yang ada. Awal pengajuanya untuk pengeringan kacang. Namun telah berubah menjadi kandang peternakan ayam.

"Sebab warga yang tersebut di syarat ijin itu tidak pernah bertanda tangan. Syarat ijin itu diduga palsu. Ini harus diusut, "tegasnya.

Mediasi para pihak langsung dilakukan. Benny, pemilik peternakan ayam mengakui banyak kekurangan pada peternakan ayamnya. Hal itu yang mengakibatkan "bocornya" udara tidak sedap.

Pengusaha asal Kota Blitar itu berjanji akan melakukan pembenahan. Namun, janji itu langsung ditolak warga. Sebab tuntutan warga adalah penutupan. Bukan pembenahan. "Karena tetap ditolak, maka seluruh pihak terkait akan melakukan kajian lebih mendalam, "terang Suyanto juru bicara dari Satpol PP.

Sementara menanggapi hal itu Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Blitar Ansori mengatakan akan mengakaji seluruh permasalahan.

Jika memang ditemukan kesalahan, terutama perihal perizinan, dewan meminta eksekutif untuk mengambil tindakan tegas.

"Kita akan cek satu persatu. Jika terbukti bersalah, sepatutnya ada tindakan tegas," ujarnya.

Sementara setelah diberi penjelasan, warga akhirnya bersedia membubarkan diri.
(lns)
Berita Terkait
Mencekam! Bentrokan...
Mencekam! Bentrokan Pecah di Konawe, Warga Protes Debu Batu Bara Dibalas Tembakan Gas Air Mata
Kantor Bawaslu Bengkulu...
Kantor Bawaslu Bengkulu Selatan Kembali Didemo, Massa Bawa Keranda Mayat
Terancam, Tenaga Medis...
Terancam, Tenaga Medis dan Warga Pendatang Mengungsi Tinggalkan Kobakma Papua
Camat Parung Panjang...
Camat Parung Panjang Ngumpet di Kantor, Massa Demo dan Aparat Saling Dorong
Warga Ramai-ramai Kepung...
Warga Ramai-ramai Kepung Kantor Camat Parung Panjang, Sindir Pungli: Ada Uang Seratus, Jalan Lu Mulus
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
1 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
1 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
1 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
1 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
1 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
2 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved