Kamis, hari wajib berburu tikus

Jum'at, 16 Agustus 2013 - 16:49 WIB
Kamis, hari wajib berburu...
Kamis, hari wajib berburu tikus
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) melalui Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Kabupaten bersama masyarakat mengagendakan hari Kamis sebagai hari wajib berburu tikus.

"Kami sudah direncanakan untuk berburu tikus secara massal (Gropyokan). Sehingga, semakin intensif semakin baik untuk menumpas hama tikus di tanaman padi," tegas Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kabupaten Mura, Suharto, Jumat (16/8/2013).

Menurutnya, pematenan hari berburu hama tikus dilakukan petani Desa L Sidoharjo. Bahkan pematenan ini hari ini agar seluruh komponen terkait tidak hanya petani gencar berburu tikus yang merusak tanaman padi. Sehingga, ketika hama tikus tidak menyerang lagi diharapkan peningkatan hasil panen.

Sebab, peningkatan hasil panen tidak hanya dipengaruhi air dari irigrasi yang cukup, perawatan tanaman padi. Tetapi, pembasmian hama yang merusak tanaman padi. Untuk hama tikus sudah menjadi momok petani di Kecamatan Tugumulyo dan tikus menjadi primadona ketika musim tanam petani padi.

Selain itu, Pemkab Mura juga memberikan intensif kepada petani dan masyarakat yang melakukan propyokan seekor tikus seharga Rp1.000,- yang berhasil ditangkap. Meskipun sudah dilakukan pembasmian secara hama tikus tetap menyerang karena perkembangbiakannya cukup cepat sehingga jika diakumulasikan dalam satu tahun setiap pasangan tikus bisa berkembangbiak sebanyak 2.048 ekor tikus.

Suharto menjelaskan, setelah menjadikan Kamis hari beburu tikus. Ke depan, yang dipikirkan adalah bagaimana cara agar bangkai tikus bisa dijadikan sebagai pupuk. Sebab, jika perolehan tikus cukup banyak tentunya akan menimbulkan bau yang tak sedap.

Terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Tanaman (Perlintan), Fandi Effendi, mengaku pihaknya sudah mendapatkan informasi adanya teknik bangkai tikus dijadikan sebagai pupuk melalui sistem fermentasi.

Bahkan, setelah difermentasi lahan pertanian tadi disiram menggunakan pupuk berbahan tikus itu maka sangat menyuburkan tanah dan menyuburkan tanaman padi.

"Segera kita pelajari dan sosialisasikan fermentasi bangkai tikus tersebut. Sehingga menjadi pupuk dan dapat digunakan oleh petani nantinya," pungkasnya.
(rsa)
Berita Terkait
500 Hektare Tanaman...
500 Hektare Tanaman Pertanian Blitar Diganyang Tikus
Sudah Sepekan Serdadu...
Sudah Sepekan Serdadu Lalat Serang Desa di Madina
Serangan Lembing Batu...
Serangan Lembing Batu di Indramayu Akibatkan Puluhan Pemotor Jatuh
Teror Hama Ulat di Permukiman...
Teror Hama Ulat di Permukiman Warga Mangunsari Sidomukti
Serangan Hama Picu Penurunan...
Serangan Hama Picu Penurunan Produksi Bawang Merah di Jawa Timur
Mirip Manusia, Ilmuwan...
Mirip Manusia, Ilmuwan Ungkap Tanaman Saling Berbicara
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
7 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
9 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
9 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
10 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
10 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
11 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved