Tolak reklamasi, ratusan warga Bali demo di tengah laut

Jum'at, 02 Agustus 2013 - 20:47 WIB
Tolak reklamasi, ratusan...
Tolak reklamasi, ratusan warga Bali demo di tengah laut
A A A
Sindonews.com - Sekira 300 demonstran dari berbagai elemen masyarakat Bali melakukan aksi unjuk rasa menolak reklamasi Teluk Tanjung Benoa di tengah laut.

Hal itu terkait terbitnya SK Gubernur Made Mangku Pastika No 2138/02-C/HK/2013, tentang rencana pemanfaatan pengembangam (reklamasi) wilayah perairan Teluk Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Dalam aksi penolakan mereka, para demonstran mendesak SK gubernur tentang reklamasi dicabut karena dianggap merupakan pembohongan publik demi kepentingan investor.

Dimotori Gerakan Masyarakat Pemuda Tolak Reklamasi (Gempar) Teluk Benoa, Walhi Bali, warga dan tokoh Tanjung Benoa mereka menaiki puluhan perahu melakukan penolakannya di sekitar Perairan Teluk Benoa.

Sembari membentangkan spanduk kecaman, para demonstran meneriakkan aksi penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa.

Setibanya di daratan yang masih di sekitar perairan Teluk Benoa, mereka memulai aksinya dengan mengecam rencana reklamasi besar-besaran seluas 283 hektar di wilayah tersebut.

Korlap Gempar Made Wijaya menegaskan masyarakat menolak reklamasi Teluk Benoa karena khawatir dampaknya bisa menenggelamkan wilayah Tanjung Benoa serta membunuh biota laut.

"Kami tegas menolak reklamasi karena akan mematikan biota laut dan menyengsarakan masyarakat Tanjung Benoa," tegasnya, Jumat (2/8/2013).

Dalamk orasinya, Made meminta agar SK Gubernur Bali tentang Pemberian Izin dan Hak Pemanfaatan Pengembangan Pengelolaan Wilayah Perairan Teluk Benoa untuk PT TWBI segera dicabut.

"Gubernur Pastika telah melakukan kebohongan publik demi kepentingan investor. SK tentang reklamasi Teluk Benoa harus dicabut karena melanggar aturan hukum di atasnya," tukas Nonik, pendemo lainnya.

Mereka juga meminta Gubernur Pastika segera meminta maaf kepada warga Tanjung Benoa dengan menerbitkan SK yang menyulut kontroversi di masyarakat.

"Tindakan Gubernur Pastika saat ini bertolak belakang dengan upaya penyelamatan Bali. Dia hanya peduli pada investor dan tidak melihat penderitaan rakyat yang akan terkenda dampaknya," ucap Budiasa, warga lainnya.
(rsa)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Amankan 119 Orang saat...
Amankan 119 Orang saat Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, Polisi Cari Aktor Intelektual
7 menit yang lalu
PN Jakpus Eksekusi Lahan...
PN Jakpus Eksekusi Lahan Hotel Sultan Senilai Rp28,9 Triliun
13 menit yang lalu
Puluhan Siswa SMAN 48...
Puluhan Siswa SMAN 48 Ikuti Pelatihan Pemantauan Cuaca Jakarta
19 menit yang lalu
Hotel Sultan Tercatat...
Hotel Sultan Tercatat sebagai Barang Milik Negara, Pengelolaan Aset Ikuti PMK
45 menit yang lalu
Haul Akbar Ulama Betawi...
Haul Akbar Ulama Betawi Digelar di Monas Besok, Catat Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatifnya
1 jam yang lalu
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 27 Petugas Luka Ringan Kena Lemparan Batu
1 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved