Pasang tiang telepon, 2 buruh tewas tersengat listrik

Kamis, 01 Agustus 2013 - 15:49 WIB
Pasang tiang telepon,...
Pasang tiang telepon, 2 buruh tewas tersengat listrik
A A A
Sindonews.com - Empat pekerja PT. Tiga Mutiara tersengat aliran listrik. Dua diantaranya tewas saat memasang tiang telepon milik PT Telkom. Peristiwa itu terjadi sekira pukul 10.30 WIB, di Jalan Raden Patah, Kampung Manis Harjo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Dua korban tewas masing–masing Kasroni (40) dan Syaikal (55). Sementara dua korban luka Abdul Manaf (18), dan Muhamadun (19). Mereka semua warga Desa Pulosari, RT3/RWIII, Kecamatan Tengah, Kabupaten Demak.

Kasroni dan Syaikal tewas di lokasi kejadian. Sementara Abdul Manaf dan Muhamadun, selamat dan dilarikan ke RSI Sultan Agung Semarang. Kini, mereka tengah mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat. Sementara jenazah korban tewas dievakuasi ke kamar mayat.

Saksi kejadian, Yanto (55), warga Cilosari Dalam, mengatakan insdien itu menimbulkan suara ledakan cukup keras. “Saya dengar dua kali ledakan, dan melihat empat korban terpental. Ada percikan api dan asap,” katanya, kepada wartawan, Kamis (1/8/2013).

Ditambahkan dia, dari empat pekerja itu, dua diantaranya tampak memegangi tiang telepon yang hendak dipasang. Tanah yang mereka pijak merupakan tanah gembur yang dekat dengan parit. Diduga, karena kondisi itu tiang telepon miring, lalu menempel kabel listrik.

Begitu terdengar ledakan, warga langsung mendatangi lokasi kejadian. Nahas, setibanya di lokasi, mereka urung menolong korban lantaran takut ikut tersengat aliran listrik. Setelah kurang lebih 15 menit, baru mereka mulai menolong dan membawa korban bersama petugas yang datang.

Kapolsek Gayamsari Komisaris Polisi Juara Silalahi mengatakan, akibat sengatan listrik itu korban mengalami luka bakar 10 persen. Saat ini, pihaknya masih memeriksa para saksi di lokasi kejadian.

“Tiang yang mereka pasang menyentuh kabel PLN. Mereka memasang tiang pancang, enggak berfikir tanah di bawahnya dekat saluran air. Jadi tanahnya gembur. Para korban adalah buruh PT Tiga Mutiara, rekanan dari pihak Telkom," katanya, saat ditemui di RSI Sultan Agung Semarang.

Sementara itu, Direktur Pelayanan RSI Sultan Agung Semarang Makmur Santosa mengatakan, pasien selamat kini tengah menjalani perawatan itensif rumah sakit. “Kami sudah siap, ahli bedah syaraf ada juga ahli bedah plastik,” terangnya.

Kabar tesetrumnya para pekerja ini, sudah dikabarkan ke pihak keluarga. Berdasarkan pantauan di rumah sakit, tampak beberapa keluarga korban terlihat datang dan menangis histeris, mengetahui kerabatnya meninggal dunia.
(san)
Berita Terkait
Duka Fauziyah, Kakaknya...
Duka Fauziyah, Kakaknya Bersama Majikan dan Bayi 11 Bulan Tewas Kesetrum di Jaktim
Pria Tewas Diduga Tersetrum...
Pria Tewas Diduga Tersetrum di Atas Papan Reklame Bekasi
Horor, 11 Tewas Kesetrum...
Horor, 11 Tewas Kesetrum Listrik Saat Prosesi Keagaamaan di India
Gempar, 3 Orang Sekeluarga...
Gempar, 3 Orang Sekeluarga di Kediri Tewas Tersetrum Listrik PJU
Pegang Tiang Listrik...
Pegang Tiang Listrik saat Hujan, Bocah SD Tewas Kesetrum
Liburan Berujung Duka,...
Liburan Berujung Duka, Bocah 6 Tahun Tewas Kesetrum Listrik saat Berwisata ke Water Park
Berita Terkini
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Ahli Pidana Soroti Bukti Permulaan Penetapan Tersangka Roy Suryo
1 jam yang lalu
Penampakan Tiang dan...
Penampakan Tiang dan Tangga JPO Tendean Dipotong Petugas Gabungan
3 jam yang lalu
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi...
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi Pemkab Bandung dalam Perkuat Pengawasan Berbasis Digital
3 jam yang lalu
Bangun Budaya Peduli...
Bangun Budaya Peduli Lingkungan, SDN Keranggan Tangsel Bidik Adiwiyata Nasional
4 jam yang lalu
Suasana Terkini Arus...
Suasana Terkini Arus Lalin di Tendean saat Pembongkaran JPO, Jalan Arah Blok M Ditutup
5 jam yang lalu
Polisi Tangkap Pembunuh...
Polisi Tangkap Pembunuh Driver Ojol yang Tidur di Pangkalan
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved