Ini 9 pura paling bersih di Bali
Rabu, 31 Juli 2013 - 10:21 WIB
Ini 9 pura paling bersih di Bali
A
A
A
Sindonews.com - Pura merupakan tempat suci bagi umat Hindu yang perlu dijaga dan dilestarikan kebersihan serta keasriannya. Kebersihan pura hendaknya menjadi perhatian utama baik dalam keseharian maupun pada saat dilakukannya upacara keagamaan.
Dengan lingkungan yang bersih, umat akan lebih hening dan nyaman dalam melakukan persembahyangan. Guna menumbuhkan kesadaran masyarakat, utamanya pengempon pura untuk tetap senantiasa menjaga dan melestarikan kebersihan dan keasrian di lingkungan pura. Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali memandang perlu diadakannya kegiatan Pemilihan Kebersihan Pura/Tempat Ibadah.
Seperti dilansir laman kemenag.go.id, Bidang Urusan Agama Hindu telah melaksanakan penilaian terhadap pura yang didaftarkan oleh masing-masing Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota Se-Bali untuk mewakili pura-pura yang ada di kabupaten/kota se-Bali. Penilaian mulai dilaksanakan pada akhir bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2013.
Pura-pura yang dinilai dalam kegiatan pemilihan kebersihan pura/tempat ibadah tahun 2013 adalah sebagai berikut :
1. Pura Dalem Agung (Desa Pekraman Kediri, Kabupaten Tabanan)
2. Pura Desa Puseh (Desa Pekraman Dauh Waru, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana)
3. Pura Kahyangan Jagat Bukit Dharma-Durga Kutri (Br. Dinas Kutri, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar)
4. Pura Prajapati (Desa Pekraman Kebon Bukit, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem)
5. Pura Desa/Puseh Desa Pekraman Patemon (Br. Belong Desa Patemon, Kabupaten Buleleng)
6. Pura Puru Sada (Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung)
7. Pura Puseh Bale Agung (Desa Pekraman Bebalang, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli)
8. Pura Dalem Kedewatan (Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar)
9. Pura Puseh (Desa Adat Banda, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung)
Tim penilai kebersihan pura berjumlah lima orang yang seluruhnya berasal dari kalangan pejabat di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali. Pada saat melakukan penilaian, tim penilai yang didampingi oleh beberapa perwakilan dari masing-masing Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota disambut oleh Bendesa Adat di lokasi pura setempat didampingi oleh pengurus pura dan masyarakat pengempon pura.
Selain kebersihan dan kondisi pura yang menjadi perhatian utama tim penilai, tentu masih ada banyak lagi aspek yang disorot dalam penilaian seperti misalnya peran aktif masyarakat pengempon pura dalam menjaga dan melestarikan kebersihan dan keasrian lingkungan pura serta lain sebagainya. Seluruh unsur yang terdapat dalam konsep Tri Hita Karana (Parahyangan, Pawongan dan Palemahan) turut disertakan dalam penilaian untuk mendukung konsep keseimbangan dan harmoni ketiga unsur dari pura yang dinilai.
Dengan lingkungan yang bersih, umat akan lebih hening dan nyaman dalam melakukan persembahyangan. Guna menumbuhkan kesadaran masyarakat, utamanya pengempon pura untuk tetap senantiasa menjaga dan melestarikan kebersihan dan keasrian di lingkungan pura. Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali memandang perlu diadakannya kegiatan Pemilihan Kebersihan Pura/Tempat Ibadah.
Seperti dilansir laman kemenag.go.id, Bidang Urusan Agama Hindu telah melaksanakan penilaian terhadap pura yang didaftarkan oleh masing-masing Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota Se-Bali untuk mewakili pura-pura yang ada di kabupaten/kota se-Bali. Penilaian mulai dilaksanakan pada akhir bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2013.
Pura-pura yang dinilai dalam kegiatan pemilihan kebersihan pura/tempat ibadah tahun 2013 adalah sebagai berikut :
1. Pura Dalem Agung (Desa Pekraman Kediri, Kabupaten Tabanan)
2. Pura Desa Puseh (Desa Pekraman Dauh Waru, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana)
3. Pura Kahyangan Jagat Bukit Dharma-Durga Kutri (Br. Dinas Kutri, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar)
4. Pura Prajapati (Desa Pekraman Kebon Bukit, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem)
5. Pura Desa/Puseh Desa Pekraman Patemon (Br. Belong Desa Patemon, Kabupaten Buleleng)
6. Pura Puru Sada (Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung)
7. Pura Puseh Bale Agung (Desa Pekraman Bebalang, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli)
8. Pura Dalem Kedewatan (Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar)
9. Pura Puseh (Desa Adat Banda, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung)
Tim penilai kebersihan pura berjumlah lima orang yang seluruhnya berasal dari kalangan pejabat di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali. Pada saat melakukan penilaian, tim penilai yang didampingi oleh beberapa perwakilan dari masing-masing Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota disambut oleh Bendesa Adat di lokasi pura setempat didampingi oleh pengurus pura dan masyarakat pengempon pura.
Selain kebersihan dan kondisi pura yang menjadi perhatian utama tim penilai, tentu masih ada banyak lagi aspek yang disorot dalam penilaian seperti misalnya peran aktif masyarakat pengempon pura dalam menjaga dan melestarikan kebersihan dan keasrian lingkungan pura serta lain sebagainya. Seluruh unsur yang terdapat dalam konsep Tri Hita Karana (Parahyangan, Pawongan dan Palemahan) turut disertakan dalam penilaian untuk mendukung konsep keseimbangan dan harmoni ketiga unsur dari pura yang dinilai.
(lal)