Sidang DKPP, ini kesaksian Ketua Umum Partai Kedaulatan

Jum'at, 26 Juli 2013 - 16:34 WIB
Sidang DKPP, ini kesaksian...
Sidang DKPP, ini kesaksian Ketua Umum Partai Kedaulatan
A A A
Sindonews.com - Sidang lanjutan kasus pencoretan pasangan Cagub - Cawagub Khoffifah Indar Parawansah - Herman S Sumawiredja (Khoffifah - Herman) di Pilkada Jawa Timur, menghadirkan saksi yang diduga menerima uang Rp3 miliar dari pasangan Cagub - Cawagub incumbent.

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menghadirkan nama Denny Mukhtar Cilah Ketua Umum Partai Kedaulatan (PK) yang diduga menerima uang tersebut untuk menarik dukungan dari Khoffifah-Herman.

Dalam kesaksiannya, Denny mengatakan, bermula dari keinginan pengurus Partai Kedaulatan yang ingin memutuskan mendukung salah satu calon dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur. Saat itu dirinya menyerahkan kepada pengurus partai untuk menentukkan pilihannya. Menurutnya, asal sejalan dengan asas partai maka Dewan Pimpinan Pusat (DPP) akan mendukung.

"Saya katakan terserah (dukungan pilgub), mau sapi, mau monyet terserah tapi ikut aturan partai. Tapi saya kasih tahu, saya katakan ada dua dukungan idelogis atau strategis, kalau ideologis saya all out kita dukung, kalo strategis saya bilang terserah," ujar Denny, di ruang sidang DKPP, Jakarta, Jumat (26/7/2013).

Dia menuturkan, dirinya melihat pengurus partai PK di Jawa Timur bermasalah dalam menentukkan pilihan Cagub-Cawagub sehingga dikhawatirkan menjadi pecah dukungan. Selanjutnya, Denny meminta dibentuk kepengurusan baru dan memutuskan mendukung pasangan Khoffifah-Herman.

"Saya lihat pengurus partai di Jawa Timur itu bermasalah. Maka saya bikin kepengurusan lagi. Kepengurusan baru mendukung kubu Khoffifah," ungkapnya.

Selanjutnya, kata Denny, ada pihak yang menamakan diri Aliansi Partai Non Parlemen (APNP) yang tidak diketahui sebelumnya aliansi tersebut. Konon, APNP diduga sebagai pihak yang mengkoordinir APNP untuk mendukung cagub incumbent.

Pihak APNP diceritakan Denny sebagai pihak yang inten menghubungi dirinya untuk menarik dukungan pasangan bagi Khoffifah-Herman dengan imbalan uang dari Rp500 juta sampai Rp3 miliar.

"Namun belakangan ceritanya saya sering dihubungi mendapat ancaman dan sms dari orang yang mengaku dari kubu incumbent yang menawarkan saya uang dari Rp500 juta sampai Rp3 miliar untuk pindah dukungan ke kubu incumbent, orang yang hubungi saya itu mengaku orang incumbent," imbuhnya.
(rsa)
Berita Terkait
Pilkada Jatim: 2 Petugas...
Pilkada Jatim: 2 Petugas KPPS Meninggal dan 7 Sakit saat Bertugas
Bawaslu Jatim Tegaskan...
Bawaslu Jatim Tegaskan Tak Ada Larangan Warga Kampanye Menangkan Kotak Kosong
Subaru XV 2.0i 2013,...
Subaru XV 2.0i 2013, SUV AWD Mewah dan Ganteng, Harga Anjlok
Milenials Freedom Ungkap...
Milenials Freedom Ungkap Sosok yang Tepat Pimpin Jatim di Pilgub 2029
PPP Resmi Usung Duet...
PPP Resmi Usung Duet Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2024
15.539 Personel Dikerahkan...
15.539 Personel Dikerahkan Polda Jatim untuk Amankan Pilkada Serentak
Berita Terkini
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
15 menit yang lalu
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
41 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur DKI Apresiasi Astra Pelopori Naik Transum
1 jam yang lalu
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
2 jam yang lalu
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
3 jam yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
3 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved