Pengungsi Syiah akan Lebaran di kampung halaman

Rabu, 24 Juli 2013 - 12:33 WIB
Pengungsi Syiah akan...
Pengungsi Syiah akan Lebaran di kampung halaman
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) menyatakan kesiapannya untuk mengupayakan agar pengungsi Syiah yang saat ini mengungsi di rumah susun (Rusun) Puspa Agro, Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, dapat merayakan Lebaran di kampung halamannya.

Hal itu dikatakan Gubernur Jatim, Soekarwo, usai rekonsiliasi warga Syiah, di Kampus IAIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (23/7) malam.

"Ya nanti kita dorong dan diwujudkan (agar bisa berlebaran di kampung halaman) dengan berbagai kekurangan yang ada," jelas Soekarwo.

Kata Soekarwo, boleh saja warga Syiah itu kembali ke kampung halaman. Namun konsep untuk kembali haruslah dimatangkan terlebih dahulu. Artinya, jika dipaksakan tidak akan menuai hasil yang cukup bagus.

"Boleh saja kembali ke kampung halaman. Tapi masak harus dijaga ketat di kampung halamannya. Kan bukan gitu maksud kita," ujarnya.

Proses finalisasi adalah melalui rekonsiliasai dengan menyelesaikan persoalan dengan cara kekeluargaan. Prosesnya, tentu tidak bisa secara instan, melainkan butuh waktu yang cukup lama. Pemerintah sendiri berada di belakang agar persoalan ini dapat selesai dengan baik.

Tim dari IAIN Sunan Ampel yang ditunjuk sebagai penyelenggara Rekonsiliasi Syiah oleh Kementerian Agama RI sedang berjalan. Mereka, sedang menggali data dan memetakan persoalan di lapangan. Termasuk problem-problem sosial serta masalah agama.

"Intinya Pemprov mendorong agar permintaan warga Syiah dapat terwujud untuk berlebaran di kampung halaman," katanya.

Selain itu, solusi tersebut merupakan permintaan dari Presiden SBY terkait konflik di Syiah di Kabuaten Sampang.

Persoalan Syiah di Kabupaten Sampang ini, kata Pakde Karwo, pemerintah harus bersabar. Karena, persoalan ini menyangkut berbagai permasalahan, seperti masalah kultural Madura, masalah komunikasi ulama Madura dan lain-lain.

"Persoalan ini adalah menyangkut pada sisi yang sangat rawan. Yang mana pemerintah tidak bisa melakukan intervensi secara mendalam. Kita harus sabar dan telaten," tukasnya.

Hadir dalam kesempatan itu salah satu pengungsi Syiah yakni Iklil. Secara singkat Iklil menjelaskan keinginan dari sejumlah pengungsi Syiah.

"Kami tidak minta muluk-muluk yang terpenting tegakkan konstitusi dan penuhi hak kami sebagai warga negara," singkat Iklil.
(rsa)
Berita Terkait
Kisah Imam Abu Hanifah...
Kisah Imam Abu Hanifah Menyadarkan Seorang Pengikut Syiah
Kisah Shalahuddin Al...
Kisah Shalahuddin Al Ayyubi Menyerang Negeri Pengikut Syiah al-Ismailiyyah
Pimpinan dan Pengikut...
Pimpinan dan Pengikut Aliran Syiah Sampang Kembali ke Ahlus Sunnah Wal Jamaah
AS Ungkap 80 Lokasi...
AS Ungkap 80 Lokasi Milisi Syiah yang Hendak Diserang di Irak
3 Negara yang Diserang...
3 Negara yang Diserang Iran, 2 Target Adalah Sekutu Syiah Terdekat
Kilang Minyak Israel...
Kilang Minyak Israel di Haifa Diserang oleh Pejuang Syiah Irak
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
1 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
3 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
4 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
4 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
5 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
6 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved