BLSM Rp579 juta nganggur

Selasa, 23 Juli 2013 - 15:35 WIB
BLSM Rp579 juta nganggur
BLSM Rp579 juta nganggur
A A A
Sindonews.com - Kantor Pos Solo Jawa Tengah mencatat 1.930 pemegang kartu perlindungan sosial (KPS) belum mengklaim uang bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) senilai Rp579 juta.

Sementara, sebanyak 205 KPS dikembalikan ke pusat karena gagal terdistribusi.

Kepala Kantor Pos Solo Achmad Chaerul Hadi mengatakan, perihal belum dibayarkannya BLSM senilai setengah miliar rupiah lebih bukan menjadi persoalan.

Sebab, pemerintah masih menyediakan waktu pembayaran BLSM sampai 2 Desember mendatang.

“Tidak akan hangus, tenang saja karena tetap dilayani (pembayaran) sampai 2 Desember. Kami melayani di seluruh kantor cabang dan di kantor Pos Gladak,” terangnya di Solo Selasa (23/7/2013)

Kantor Pos Solo bertugas mendistribusikan uang BLSM untuk 47.590 warga miskin pemegang KPS senilai Rp14,277 miliar asal Solo dan sekitarnya.

Untuk tahap pertama, tiap penerima berhak membawa pulang duit BLSM Rp300.000, yakni jatah Juni dan Juli dengan besaran masing-masing Rp150.000 per bulan.

Chaerul mengaku cukup sukar mendistribusikan duit kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ini.

“Hampir separuh lebih jumlah petugas kantor pos berkutat menangani BLSM saat tahap pertama kemarin. Ini tidak efisien. Ke depannya akan kami lakukan cara yang lebih baik berdasarkan hasil evaluasi kemarin,” terangnya.

Selain menguras energi, distribusi BLSM di Solo juta tak sepenuhnya lancar. Sebayak 205 KPS gagal diterima penerima manfaat karena meninggal dunia, pindah, dan alamatnya tak terlacak.

Chaerul berharap hak-hak warga miskin ini dapat dialihkan ke warga miskin lain yang luput pendataan BLSM. Kondisi semacam ini akan dilaporkan ke Kementrian Sosial (Kemensos) agar ditindaklanjuti.

“Kami tidak melihat siapa yang mendapat dan tidak. Termasuk kemungkinan salah sasaran. Yang jelas kami mendistribusikan sesuai data dari pusat,” terangnya.

Meski ada 205 KPS gagal terantar, Chaerul mengklaim 99% dari 47.590 sasaran berhasil diterima warga penerima manfaat. Tahap pertama pembayaran BLSM diakuinya rawan terjadi gejolak di masyarakat.

Menurutnya, hal ini salah satu kendala selain juga akibat pembayaran dilakukan secara serentak di kantor-kantor cabang PT Pos.
(lns)
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
2 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
2 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
2 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
3 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
3 jam yang lalu
Infografis
Rp708 Juta per Jam,...
Rp708 Juta per Jam, Biaya Operasional F-35 Israel Sekali Terbang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved