Banjir di Ajangale dan Boccoe memasuki hari ketiga
Selasa, 16 Juli 2013 - 18:24 WIB
Banjir di Ajangale dan Boccoe memasuki hari ketiga
A
A
A
Sindonews.com - Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Bone mengakibatkan dua Kecamatan yakni Ajangale dan Dua Boccoe dilanda banjir.
Pemerintah daerah yang bekerjasama dengan instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PDAM dan Tagana Sosial membuka posko bantuan kepada korban banjir, Selasa (16/7/2013).
Kecamatan Dua Boccoe dan Ajangale merupakan daerah perbatasan Kabupaten Wajo dengan terusan Sungai Walannae yang meluap. Di Desa Pompanua Kecamatan Ajangale, ratusan rumah penduduk warga serta gedung pemerintah seperti kantor lurah dan sekolah terendam banjir sejak tiga hari ini.
Selain itu, sejumlah ruas jalan juga tergenang air hingga akses jalan terisolasi. Di Desa Kampoti dan Desa Pakkasalo Kecamatan Dua Boccoe juga terjadi serupa yang mengakibatkan puluhan hektar sawah gagal panen.
Sekretaris BPBD Kabupaten Bone, Baharuddin, mengatakan kalau selalu siaga dan tetap memantau serta mengawasi perkembangan di dua kecamatan yang berada di Bone Utara dengan mendirikan posko sebagai pusat informasi, bantuan dan penyuluhan kesehatan.
"Kita memantau 24 jam, kita punya peralatan komunikasi yang sewaktu-waktu akan terjadi sesuatu," ujar Baharuddin kepada SINDO.
Baharuddin menambahkan jika kondisi keuangan untuk anggaran bencana alam mencapai Rp528 juta dengan anggaran yang dinilainya masih kurang untuk mencakup tanggap darurat di 27 kecamatan Kabupaten Bone, meski demikian pihaknya akan mengusulkan dana kenaikan pada anggaran perubahan 2013.
Ditempat yang sama, Ketua Komisi IV DPRD Bone, Andi Darwis Massalinri kepada sejumlah wartawan mengatakan pihaknya mengaku prihatin dengan kondisi korban bencana banjir. Kendati kedatangannya sebagai komisi IV yang membidangi kesehatan memberikan bantuan obat-obatan serta makanan instan.
"Pemerintah harus cepat mengantisipasi kesehatan warga agar dapat terhindar dari penyakit dan sudah saatnya diberikan perhatian khusus," ungkap politikus PAN Bone ini.
Kedatangan legislatif dan pemerintah daerah di lokasi banjir cukup dirasakan positif bagi korban banjir karena bantuan berupa air bersih dari PDAM yang dibagi-bagikan kepada warga sangat diharapkan serta bantuan makanan instan seperti indomie serta beras.
Pemerintah daerah yang bekerjasama dengan instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PDAM dan Tagana Sosial membuka posko bantuan kepada korban banjir, Selasa (16/7/2013).
Kecamatan Dua Boccoe dan Ajangale merupakan daerah perbatasan Kabupaten Wajo dengan terusan Sungai Walannae yang meluap. Di Desa Pompanua Kecamatan Ajangale, ratusan rumah penduduk warga serta gedung pemerintah seperti kantor lurah dan sekolah terendam banjir sejak tiga hari ini.
Selain itu, sejumlah ruas jalan juga tergenang air hingga akses jalan terisolasi. Di Desa Kampoti dan Desa Pakkasalo Kecamatan Dua Boccoe juga terjadi serupa yang mengakibatkan puluhan hektar sawah gagal panen.
Sekretaris BPBD Kabupaten Bone, Baharuddin, mengatakan kalau selalu siaga dan tetap memantau serta mengawasi perkembangan di dua kecamatan yang berada di Bone Utara dengan mendirikan posko sebagai pusat informasi, bantuan dan penyuluhan kesehatan.
"Kita memantau 24 jam, kita punya peralatan komunikasi yang sewaktu-waktu akan terjadi sesuatu," ujar Baharuddin kepada SINDO.
Baharuddin menambahkan jika kondisi keuangan untuk anggaran bencana alam mencapai Rp528 juta dengan anggaran yang dinilainya masih kurang untuk mencakup tanggap darurat di 27 kecamatan Kabupaten Bone, meski demikian pihaknya akan mengusulkan dana kenaikan pada anggaran perubahan 2013.
Ditempat yang sama, Ketua Komisi IV DPRD Bone, Andi Darwis Massalinri kepada sejumlah wartawan mengatakan pihaknya mengaku prihatin dengan kondisi korban bencana banjir. Kendati kedatangannya sebagai komisi IV yang membidangi kesehatan memberikan bantuan obat-obatan serta makanan instan.
"Pemerintah harus cepat mengantisipasi kesehatan warga agar dapat terhindar dari penyakit dan sudah saatnya diberikan perhatian khusus," ungkap politikus PAN Bone ini.
Kedatangan legislatif dan pemerintah daerah di lokasi banjir cukup dirasakan positif bagi korban banjir karena bantuan berupa air bersih dari PDAM yang dibagi-bagikan kepada warga sangat diharapkan serta bantuan makanan instan seperti indomie serta beras.
(rsa)