Sekolah Master merasa dicuekin Pemkot Depok

Senin, 15 Juli 2013 - 13:26 WIB
Sekolah Master merasa...
Sekolah Master merasa dicuekin Pemkot Depok
A A A
Sindonews.com - Pendiri Sekolah Masjid Terminal (Master) Depok, merasa Pemerintah Kota (Pemkot) Depok cuek dengan adanya sekolah bagi anak jalanan ini. Kendati begitu, Sekolah Master menolak menjual lahannya jika Terminal Depok akan diperluas.

Sekolah Master adalah satu-satunya sekolah yang tidak memungut bayaran dan sistem berbelit. Sekolah ini memang didominasi oleh anak jalanan dan kaum marjinal. Dan Sekolah Master juga sebagai rumah singgah bagi anak jalanan yang benar-benar ingin mengenyam pendidikan.

Namun, kini keresahan tengah merundung mereka. Pasalnya, santer dikabarkan sekolah yang ruang kelasnya terbuat dari kontainer itu akan kena gusur. Dari 6.000 meter persegi lahan yang ada, 2.000 meter persegi lahannya akan terkena imbas pelebaran Terminal Depok yang letaknya memang bersebelahan dengan sekolah.

"Kita tidak menuntut banyak. Pertama kita ingin bangunan kita yang kena gusur direlokasi di dekat lokasi. Kedua, kita ingin sistem tukar guling, jadi tidak ada jual beli," kata Ketua Yayasan Master Nur Rohim, Senin (15/07/2013).

Ditegaskan dia, Master adalah tempat pembuangan akhir masyarakat yang tidak diterima secara sosial di sekolah umum. Sistem belajarnya pun disesuaikan dengan ketersediaan waktu siswa.

Mendengar kabar penggusuran tentu Rohim tak tinggal diam. Dikatakan dia, yayasan mendukung upaya perbaikan terminal. "Tapi jangan lupa untuk memperhatikan kondisi sosial di sekitarnya. Jangan hanya memperbaiki fasilitas tapi tidak memperhatikan kondisi sosial," tegasnya.

Pihaknya dijanjikan akan dibuatkan bangunan namun tidak dijelaskan dimana letaknya. Namun diingatkan dia, letak sekolah haruslah strategis.
"Sekarang saja banyak anak-anak yang enggak bisa masuk karena alasan ongkos. Kalau dipindah ke tempat yang jauh bagaimana nasib mereka," tanyanya.

Pihaknya sudah berupaya meminta bantuan dari berbagai kalangan untuk mengusahakan nasib ratusan siswanya. Namun, tak mendatangkan hasil.

Bahkan DPRD Depok pun terkesan tak peduli dengan nasib mereka. Hingga kini, Yayasan Master masih terus berharap agar ada pihak yang peduli dengan nasib mereka. Mengingat, pemerintah kota sendiri pun tak peduli dengan nasib mereka.
(ysw)
Berita Terkait
Pemkot Depok Banjir...
Pemkot Depok Banjir Kritik, Bongkar Pasang Trotoar Jalan Margonda
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Pemkot Depok Izinkan...
Pemkot Depok Izinkan Warga Ziarah Kubur dengan Penerapan Prokes
Sambangi Kantor PCNU...
Sambangi Kantor PCNU Depok, PDIP Ingin Dapatkan Saran Soal Penangangan Covid-19
Pemkot Depok Pertimbangkan...
Pemkot Depok Pertimbangkan Lakukan Swab Test di Lokasi Keramaian
THR ASN Kota Depok Sudah...
THR ASN Kota Depok Sudah Dicairkan 100%
Berita Terkini
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
7 jam yang lalu
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
8 jam yang lalu
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
10 jam yang lalu
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
11 jam yang lalu
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
12 jam yang lalu
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
12 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Resmi Libur Sekolah...
Jadwal Resmi Libur Sekolah Selama Bulan Ramadan 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved