Korban gempa Aceh jadi 35 orang, 8 masih hilang
Jum'at, 05 Juli 2013 - 15:22 WIB
Korban gempa Aceh jadi 35 orang, 8 masih hilang
A
A
A
Sindonews.com - Korban tewas gempa Aceh terus bertambah. Hingga kini, jumlah korban tewas telah mencapai angka 35 orang, delapan masih dinyatakan hilang, dan 275 orang mengalami luka-luka. Sementara, 4.292 rumah mengalami rusak, dan 83 bangunan fasilitas umum rusak.
"Dari 35 orang meninggal tersebut, di Bener Meriah terdapat sembilan orang, dan 26 orang di Aceh Tengah," ujar Kepala Pusat data, Informasi dan Humas BNPB DR. Sutopo Purwo Nugroho, dalam rilisnya, Jumat (5/7/2013).
Ditambahkan dia, berdasarkan rapat koordinasi di Posko Bener Meriah yang dipimpin Kepala BNPB Syamsul Maarif, pada Kamis 4 Juli 2013, dilaporkan oleh Bupati Bener Meriah, bahwa ada 3 orang warga Aceh Tengah yang saat kejadian gempa meninggal di Bener Meriah, sehingga terdata di Bener Meriah dan Aceh Tengah.
"Sebelumnya dilaporkan 12 orang meninggal di Bener Meriah. Dengan demikian, korban meninggal dari Bener Meriah terdapat 9 orang yang sudah ada identitasnya," terangnya.
Dilanjutkan, untuk korban luka-luka tercatat sebanyak 109 orang, 43 orang di RSUD Muyan Kute, 50 orang di Puskesmas Pante Raya, dan 16 orang di Puskesmas Lampaha. Sedang untuk bangunan yang rusak, sebanyak 789 rumah tercatat mengalami rusak, dimana 537 unit rumah rusak sedang-berat, dan 252 unit rumah rusak ringan.
"Di Aceh Tengah terdapat 26 orang meninggal dan delapan orang hilang. Kemarin, Tim SAR gabungan dan warga, menemukan empat korban anak-anak yang tertimbun longsor di Desa Bah, Keamatan Ketol, Kabaupaten Aceh Tengah, dengan menggunakan alat berat," ungkapnya.
Dijelaskan dia, korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal, adalah Isahdan (9 thn), Zainuddin (12 thn), Riski (9 thn), dan Rian (9 thn). Menurut keterangan warga, saat gempa ada delapan anak-anak yang berlari di bawah pegunungan, dimana empat selamat dan empat tertimbun longsor.
"Sementara di Aceh Tengah, korban luka-luka 166 orang. Dirawat inap 114 orang, dan rawat jalan 52 orang. Sebanyak 3.503 unit rumah rusak, dimana 1.368 unit rumah rusak berat, dan 2.135 unit rumah rusak ringan," pungkasnya.
"Dari 35 orang meninggal tersebut, di Bener Meriah terdapat sembilan orang, dan 26 orang di Aceh Tengah," ujar Kepala Pusat data, Informasi dan Humas BNPB DR. Sutopo Purwo Nugroho, dalam rilisnya, Jumat (5/7/2013).
Ditambahkan dia, berdasarkan rapat koordinasi di Posko Bener Meriah yang dipimpin Kepala BNPB Syamsul Maarif, pada Kamis 4 Juli 2013, dilaporkan oleh Bupati Bener Meriah, bahwa ada 3 orang warga Aceh Tengah yang saat kejadian gempa meninggal di Bener Meriah, sehingga terdata di Bener Meriah dan Aceh Tengah.
"Sebelumnya dilaporkan 12 orang meninggal di Bener Meriah. Dengan demikian, korban meninggal dari Bener Meriah terdapat 9 orang yang sudah ada identitasnya," terangnya.
Dilanjutkan, untuk korban luka-luka tercatat sebanyak 109 orang, 43 orang di RSUD Muyan Kute, 50 orang di Puskesmas Pante Raya, dan 16 orang di Puskesmas Lampaha. Sedang untuk bangunan yang rusak, sebanyak 789 rumah tercatat mengalami rusak, dimana 537 unit rumah rusak sedang-berat, dan 252 unit rumah rusak ringan.
"Di Aceh Tengah terdapat 26 orang meninggal dan delapan orang hilang. Kemarin, Tim SAR gabungan dan warga, menemukan empat korban anak-anak yang tertimbun longsor di Desa Bah, Keamatan Ketol, Kabaupaten Aceh Tengah, dengan menggunakan alat berat," ungkapnya.
Dijelaskan dia, korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal, adalah Isahdan (9 thn), Zainuddin (12 thn), Riski (9 thn), dan Rian (9 thn). Menurut keterangan warga, saat gempa ada delapan anak-anak yang berlari di bawah pegunungan, dimana empat selamat dan empat tertimbun longsor.
"Sementara di Aceh Tengah, korban luka-luka 166 orang. Dirawat inap 114 orang, dan rawat jalan 52 orang. Sebanyak 3.503 unit rumah rusak, dimana 1.368 unit rumah rusak berat, dan 2.135 unit rumah rusak ringan," pungkasnya.
(san)