Diduga lakukan pembohongan publik, wali kota Sibolga didemo

Jum'at, 05 Juli 2013 - 00:30 WIB
Diduga lakukan pembohongan...
Diduga lakukan pembohongan publik, wali kota Sibolga didemo
A A A
Sindonews.com - Ratusan warga Sibolga yang tergabung dalam lembaga swadaya masyarakat (LSM) Forum Masyarakat Transparansi (Format) mengecam tindakan Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk yang ditengarai melakukan pembohongan publik terkait publikasi penerimaan Piala Adipura Tahun 2013.

Format menyesalkan pernyataan bohong wali kota ketika acara penyambutan Piala Adipura di Lapangan Simare-mare Sibolga baru-baru ini. Dalam sambutannya Syarfi mengaku piala tertinggi di bidang kebersihan itu diterimanya langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara di Jakarta. Padahal, piala tersebut diterima Wali Kota Sibolga dari Menteri Lingkungan Hidup RI Prof Dr Balthasar Kambuaya MBA di salah satu hotel di Jakarta.

"Wali Kota melakukan pembohongan publik terkait perolehan penghargaan ini," pungkas orator dari Format Rudolf Siagian saat berdemo di DPRD Sibolga, Sumatera, Kamis (4/7/2013).

Dia menilai, tindakan Wali Kota Sibolga telah melanggar etika dan sumpah jabatan sesuai yang diamanahkan undang-undang sehingga perlu disikapi oleh lembaga legislatif dengan membentuk panitia khusus (Pansus) Pemakzulan.

"Kami mendesak DPRD segera menyikapi kebohongan yang dilakukan wali kota dengan membentuk Pansus Pemakzulan sekaligus menghadapkan Wali Kota ke kantor ini untuk mempertanggungjawabkan ucapannya," katanya.

Setelah berorasi dan menggelar poster, massa akhirnya diterima Sekretaris Komisi I DPRD Muktar Nababan di ruang rapat Kantor DPRD Sibolga.

Di hadapan perwakilan pengunjuk rasa, Muktar berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut ke pimpinan dewan. "Saya akan teruskan aspirasi ini ke pimpinan untuk ditindaklanjuti," katanya.

Rudolf membeberkan, tindakan Wali Kota Sibolga yang mengaku menerima langsung Piala Adipura dari Presiden hanya akal-akalan semata agar dianggap hebat dan kenal dekat dengan SBY.

Seperti diketahui, saat ini Syarfi sedang tersandung persoalan hukum terkait kasus ijazah palsu, dugaan mark up pembelian lahan terminal truk dan Rusunawa, dugaan pengemplangan bahan bakar minyak (BBM) dan penerimaan fee proyek.
(mhd)
Berita Terkait
Demonstrasi (Unjuk Rasa)...
Demonstrasi (Unjuk Rasa) Empatik
Ada Demo Kawal Keputusan...
Ada Demo Kawal Keputusan MK, Masyarakat Diimbau Hindari Jalan Ini
Aksi Demonstrasi di...
Aksi Demonstrasi di Iran Makan Korban
AS Nyatakan Dukung Demonstrasi...
AS Nyatakan Dukung Demonstrasi Warga Lebanon
Gak Cuma Indonesia,...
Gak Cuma Indonesia, Demo Besar saat Pandemi Juga Terjadi di Negara Asia Tenggara Lainnya
47 Orang Tewas dalam...
47 Orang Tewas dalam Demonstrasi Berdarah di Peru
Berita Terkini
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
12 menit yang lalu
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
1 jam yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
1 jam yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
1 jam yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
1 jam yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
1 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved