Korban gempa Aceh terus bertambah, 30 orang tewas
Kamis, 04 Juli 2013 - 13:58 WIB
Korban gempa Aceh terus bertambah, 30 orang tewas
A
A
A
Sindonews.com - Penanganan darurat gempa bumi di Bener Meriah, dan Aceh Tengah, hingga kini terus dilakukan. Fokus utama pada hari ketiga, masih dilakukan upaya pencarian dan penyelamatan korban, pemberian layanan kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, berdasarkan data sementara, korban tewas gempa Aceh tercatat 30 orang, 12 orang masih dinyatakan hilang, dan 275 orang mengalami luka-luka.
"Di Bener Meriah sebanyak 12 orang meninggal dunia, dan 109 luka-luka. Sedangkan di Aceh Tengah, 18 orang meninggal dunia, 12 orang hilang, dan 166 luka-luka," ujar Sutopo, dalam rilisnya, kepada Sindonews, Kamis (4/7/2013).
Ditambahkan dia, semua korban luka-luka dirawat di rumah sakit, dan Puskesmas. Serta, sebagian mengalami rawat jalan. Sedangkan korban yang mengalamii luka serius, dirujuk ke RS Banda Aceh.
"Kemarin, Rabu 3 Juli 2013, sekira pukul 13.00 WIB, diterbangkan 4 anak-anak ke RS Banda Aceh, dari Bener Meriah untuk memperoleh perawatan yang lebih baik," terangnya.
Saat ini, semua korban sudah diidentifikasi nama, usia, dan alamat. Sebagian besar korban meninggal adalah anak-anak, dan lansia. Rata-rata, mereka meninggal akibat kejatuhan bangunan yang runtuh.
"Di Bener Meriah terdapat 12 orang meninggal dunia. Luka-luka 109 orang, dimana 43 orang di RS UD Muyan Kute, 50 orang di Puskesmas Pante Raya, dan 16 orang di Puskesmas Lampaha," bebernya.
Dia melanjutkan, sebanyak 789 rumah rusak, dimana 537 unit rumah rusak sedang-berat, dan 252 unit rumah rusak ringan. Infrastruktur jalan rusak, dan tertimbun tanah longsor ada tujuh titik.
"Tujuh titik sudah selesai diperbaiki. Terdapat delapan fasilitas umum seperti puskesmas, sekolah, masjid, dan kantor desa yang rusak. Ada 15 titik pengungsian. Jumlah pengungsi masih didata," pungkasnya.
Untuk di Aceh Tengah, sambung dia, terdapat 18 orang meninggal dunia. Korban luka 166 orang, 114 orang dirawat inap, dan 52 orang rawat jalan.
"Untuk kerusakan, totalnya 3.503 unit. Sebanyak 1.368 unit rumah rusak berat, 2.135 unit rumah rusak ringan, dan 75 unit fasum mengalami kerusakan. Ada 20 titik pengungsian. Pendataan masih dilakukan," pungkasnya.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, berdasarkan data sementara, korban tewas gempa Aceh tercatat 30 orang, 12 orang masih dinyatakan hilang, dan 275 orang mengalami luka-luka.
"Di Bener Meriah sebanyak 12 orang meninggal dunia, dan 109 luka-luka. Sedangkan di Aceh Tengah, 18 orang meninggal dunia, 12 orang hilang, dan 166 luka-luka," ujar Sutopo, dalam rilisnya, kepada Sindonews, Kamis (4/7/2013).
Ditambahkan dia, semua korban luka-luka dirawat di rumah sakit, dan Puskesmas. Serta, sebagian mengalami rawat jalan. Sedangkan korban yang mengalamii luka serius, dirujuk ke RS Banda Aceh.
"Kemarin, Rabu 3 Juli 2013, sekira pukul 13.00 WIB, diterbangkan 4 anak-anak ke RS Banda Aceh, dari Bener Meriah untuk memperoleh perawatan yang lebih baik," terangnya.
Saat ini, semua korban sudah diidentifikasi nama, usia, dan alamat. Sebagian besar korban meninggal adalah anak-anak, dan lansia. Rata-rata, mereka meninggal akibat kejatuhan bangunan yang runtuh.
"Di Bener Meriah terdapat 12 orang meninggal dunia. Luka-luka 109 orang, dimana 43 orang di RS UD Muyan Kute, 50 orang di Puskesmas Pante Raya, dan 16 orang di Puskesmas Lampaha," bebernya.
Dia melanjutkan, sebanyak 789 rumah rusak, dimana 537 unit rumah rusak sedang-berat, dan 252 unit rumah rusak ringan. Infrastruktur jalan rusak, dan tertimbun tanah longsor ada tujuh titik.
"Tujuh titik sudah selesai diperbaiki. Terdapat delapan fasilitas umum seperti puskesmas, sekolah, masjid, dan kantor desa yang rusak. Ada 15 titik pengungsian. Jumlah pengungsi masih didata," pungkasnya.
Untuk di Aceh Tengah, sambung dia, terdapat 18 orang meninggal dunia. Korban luka 166 orang, 114 orang dirawat inap, dan 52 orang rawat jalan.
"Untuk kerusakan, totalnya 3.503 unit. Sebanyak 1.368 unit rumah rusak berat, 2.135 unit rumah rusak ringan, dan 75 unit fasum mengalami kerusakan. Ada 20 titik pengungsian. Pendataan masih dilakukan," pungkasnya.
(san)