7 jasad kembali ditemukan, korban menjadi 31 jiwa
Rabu, 03 Juli 2013 - 17:47 WIB
7 jasad kembali ditemukan, korban menjadi 31 jiwa
A
A
A
Sindonews.com - Tujuh jasad kembali ditemukan dari reruntuhan bangunan di Aceh Tengah. Sehingga jumlah korban di Aceh Tengah kini menjadi 17 orang dan total jika ditambang korban gempa di Bener Meriah menjadi 31 jiwa.
"Sudah 17 meninggal dan 140 luka-luka. Itu dulu updatenya ya, saya lagi sibuk koordinasi bantuan. Udah dulu ya, nanti lagi," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Aceh Tengah, Subhan Sahara saat dihubungi wartawan dari Banda Aceh, Rabu (3/7/2013).
Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, korban tewas di Aceh Tengah sebanyak 10 orang, dan korban gempa di Bener Meriah sebanyak 14 jiwa.
Subhan tak merincikan dari mana saja asal korban. Identitasnya juga belum diketahui. Pendataan terhadap korban masih terus dilakukan. Terganggunya sarana komunikasi di lokasi gempa khususnya di Aceh Tengah membuat banyak data tak terinput secara maksimal.
Kepala Bidang Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBD), Zukarnaini mengakui, akses komunikasi ke dua daerah terparah ditimpa gempa sangat sulit, khususnya untuk Aceh Tengah. "Komunikasi ke Aceh Tengah sangat sulit," sebutnya.
Zulkarnaini sedang dalam perjalanan menuju ke Bener Meriah. Dia butuh komunikasi langsung ke lokasi gempa untuk mengetahui kondisi terakhir, sekaligus menyiapkan penanganan darurat dan logistik. Tapi buruknya jaringan operator seluler menyulitkannya berkomunikasi langsung ke sana.
Untuk memudahkan komunikasi, BPBA kini sudah mengerahkan satu unit mobil komunikasi ke Bener Meriah. Selain itu pihaknya juga sudah mengirim tim relawan, SAR, mobil operasional, serta tenda-tenda darurat ke sana.
Sementara itu Dinas Sosial Aceh juga sudah mengerahkan dua truk bantuan logistik berupa gula, minyak goreng, beras, mi instan dan lainnya ke Bener Meriah. Sedangkan Dinas Kesehatan mengirim tim medis ke sana.
"Sudah 17 meninggal dan 140 luka-luka. Itu dulu updatenya ya, saya lagi sibuk koordinasi bantuan. Udah dulu ya, nanti lagi," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Aceh Tengah, Subhan Sahara saat dihubungi wartawan dari Banda Aceh, Rabu (3/7/2013).
Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, korban tewas di Aceh Tengah sebanyak 10 orang, dan korban gempa di Bener Meriah sebanyak 14 jiwa.
Subhan tak merincikan dari mana saja asal korban. Identitasnya juga belum diketahui. Pendataan terhadap korban masih terus dilakukan. Terganggunya sarana komunikasi di lokasi gempa khususnya di Aceh Tengah membuat banyak data tak terinput secara maksimal.
Kepala Bidang Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBD), Zukarnaini mengakui, akses komunikasi ke dua daerah terparah ditimpa gempa sangat sulit, khususnya untuk Aceh Tengah. "Komunikasi ke Aceh Tengah sangat sulit," sebutnya.
Zulkarnaini sedang dalam perjalanan menuju ke Bener Meriah. Dia butuh komunikasi langsung ke lokasi gempa untuk mengetahui kondisi terakhir, sekaligus menyiapkan penanganan darurat dan logistik. Tapi buruknya jaringan operator seluler menyulitkannya berkomunikasi langsung ke sana.
Untuk memudahkan komunikasi, BPBA kini sudah mengerahkan satu unit mobil komunikasi ke Bener Meriah. Selain itu pihaknya juga sudah mengirim tim relawan, SAR, mobil operasional, serta tenda-tenda darurat ke sana.
Sementara itu Dinas Sosial Aceh juga sudah mengerahkan dua truk bantuan logistik berupa gula, minyak goreng, beras, mi instan dan lainnya ke Bener Meriah. Sedangkan Dinas Kesehatan mengirim tim medis ke sana.
(rsa)