Dinas Kebersihan Bekasi minta alokasi BBM ditambah

Rabu, 03 Juli 2013 - 07:36 WIB
Dinas Kebersihan Bekasi...
Dinas Kebersihan Bekasi minta alokasi BBM ditambah
A A A
Sindonews.com - Dinas Kebersihan Kota Bekasi mengupayakan penambahan alokasi anggaran untuk bahan bakar minyak (BBM) kendaraan operasioal sampah pasca kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu. Pasalnya, alokasi anggaran sebesar Rp1 miliar lebih tahun 2013 tak cukup memenuhi kebutuhan pasca kenaikan BBM.

"Untuk mempertahankan stabilitas pengangkutan sampah di Kota Bekasi, kami upayakan penambahan dana. Sebab, harus ada penyesuaian anggaran pasca kenaikan BBM, kalau tidak banyak truk sampah tidak bisa beroperasi," ujar Kepala Dinas Kebersihan Kota Bekasi, Junaedi, kepada Sindonews, Selasa (2/7/2013).

Armada sampah meliputi truk pengangkut dan mesin beckhoe. Kedua kendaraan itu menggunakan BBM jenis solar bersubsidi yang sebelumnya dari harga Rp4.500. Namun, pembelian itu disertai surat dari Pemkot Bekasi. Berbeda dengan industri yang tak menggunakan BBM bersubsidi.

Pemerintah, kata dia, sebelumnya telah mengaloksikan anggaran Rp1 miliar lebih untuk bahan bakar solar dan perawatan armada sampah selama 2013. Dengan besaran tarif BBM yang berlaku pada saat itu masih Rp4.500 per liter. "kami akan meminta tambahan yang setara dengan jumlah itu," katanya.

Junaedi menambahkan anggaran pengadaan solar tersebut akan diupayakan pihaknya melalui alokasi Anggaran Belanja Tambahan (ABT) pada akhir tahun. Menurut dia, armada pengangkut sampah yang ada saat ini berjumlah 115 unit. Namun yang saat ini masih beroperasi sebanyak 97 unit, sisanya rusak.

Jumlah itu, lanjut dia, belum termasuk alat berat seperti truk 'beckoe' di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Sumur Batu, Bantargebang yang berjumlah enam unit. "Sebagian beckhoe ada yang kita sewa dari swasta, saat ini untuk BBM truk itu kami sangat keteteran," katanya.

Junaedi menambahkan, seluruh armada tersebut perlu dipastikan untuk tetap beroperasi guna menjaga stabilitas pengangkutan sampah dari 12 kecamatan setempat. Jika, sampai sebagian tidak bisa jalan, akibatnya bisa fatal. "Kenaikan BBM sangat mempengerahi rutinitas pengambilan sampah," tegasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Kuota Jebol, Menteri...
Kuota Jebol, Menteri ESDM Ungkap Skenario Kenaikan Harga BBM Subsidi
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM
Indonesia Termasuk Kelompok...
Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Pengamat: Rasionalisasi...
Pengamat: Rasionalisasi Harga BBM Agar Subsidi Tepat Sasaran
Berita Terkini
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
13 menit yang lalu
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
23 menit yang lalu
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
1 jam yang lalu
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
3 jam yang lalu
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
4 jam yang lalu
Manfaat MBG Dirasakan...
Manfaat MBG Dirasakan Petani dan Pedagang di Pedesaan dan Daerah 3T
4 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Potong Pajak Pembelian BBM 5%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved