Siram sosiolog UI, FPI Depok puji sikap Munarman
Jum'at, 28 Juni 2013 - 11:16 WIB
Siram sosiolog UI, FPI Depok puji sikap Munarman
A
A
A
Sindonews.com - Front Pembela Islam (FPI) Depok mendukung sikap Panglima Komando Laskar Islam FPI Munarman yang menyiram sosiolog Thamrin Amal Thomagola di tengah diskusi Apa Kabar Indonesia (AKI) Pagi di TvOne, Jumat (28/6/2013).
Ketua FPI Depok Habib Idrus Al Gadri memuji sikap Munarman, karena menurutnya Thamrin Tomagola memang layak disiram. "Bagus! Thamrin layak mendapatkan siraman itu," ujar Idrus di Depok, Jawa Barat, hari ini.
Idrus mengatakan, sejak awal tahun 2000, Thamrin selalu menyalahkan muslim Ambon dalam kasus pembantaian umat Islam di Ambon tahun 1999. Begitu juga pada kasus pembantaian umat Islam di Poso sepanjang kasus tahun 1998 sampai 2000.
"Dia (Thamrin) juga sering menyalahkan umat Islam dalam kasus Ahmadiyah dimana saja. Dan hampir di setiap dialog dan ceramah, dia selalu menghina FPI dan selalu memfitnah umat Islam sebagai pihak intoleransi," paparnya.
Idrus menambahkan, dalam sidang MK tentang Judicial Review UU Anti penodaan agama tahun 2010, ia mendengar langsung dalam ruang sidang pernyataannya dalam membela Ahmadiyah, jika ingin objektif menilai agama-agama dan aneka keyakinan, maka kita harus tanggalkan dulu baju agama.
"Thamrin kerap menghina masyarakat Dayak dengan tuduhan bahwa sex bebas adalah tradisi Dayak, sehingga dia diadili dalam sidang Adat Dayak. Jika saya mau rinci ada 1001 hinaan yang dilontarkannya terhadap gerakan Islam maupun bangsa Indonesia. Dalam dialog Tv One pagi tadi, Munarman menyiramnya karena dia selalu memotong pembicaraan dan terus mengalihkan pokok pembicaraan tanpa etika dialog," tukasnya.
Sekadar diketahui, dalam siaran langsung yang ditayangkan TvOne sekira pukul 07.30 WIB itu, Thamrin dan Munarman hadir sebagai narasumber tentang sweeping tempat hiburan malam jelang bulan Ramadan.
"Polisi, Kemendag, tidak melarang minuman keras, itu masalahnya. Beliau ini melihar hilirnya," kata Munarman.
"Anda enggak tahu, dengar dulu, anda enggak tahu apa yang saya maksud, diam dulu," sanggah Thamrin. Sementara Munarman ngotot tak mau berhenti bicara.
Lalu Munarman berdiri dari kursinya dan mengambil cangkir di hadapannya kemudian menyiram air ke wajah Thamrin. Sang pembawa acara langsung melerai dan menghentikan aksi Munarman.
Ketua FPI Depok Habib Idrus Al Gadri memuji sikap Munarman, karena menurutnya Thamrin Tomagola memang layak disiram. "Bagus! Thamrin layak mendapatkan siraman itu," ujar Idrus di Depok, Jawa Barat, hari ini.
Idrus mengatakan, sejak awal tahun 2000, Thamrin selalu menyalahkan muslim Ambon dalam kasus pembantaian umat Islam di Ambon tahun 1999. Begitu juga pada kasus pembantaian umat Islam di Poso sepanjang kasus tahun 1998 sampai 2000.
"Dia (Thamrin) juga sering menyalahkan umat Islam dalam kasus Ahmadiyah dimana saja. Dan hampir di setiap dialog dan ceramah, dia selalu menghina FPI dan selalu memfitnah umat Islam sebagai pihak intoleransi," paparnya.
Idrus menambahkan, dalam sidang MK tentang Judicial Review UU Anti penodaan agama tahun 2010, ia mendengar langsung dalam ruang sidang pernyataannya dalam membela Ahmadiyah, jika ingin objektif menilai agama-agama dan aneka keyakinan, maka kita harus tanggalkan dulu baju agama.
"Thamrin kerap menghina masyarakat Dayak dengan tuduhan bahwa sex bebas adalah tradisi Dayak, sehingga dia diadili dalam sidang Adat Dayak. Jika saya mau rinci ada 1001 hinaan yang dilontarkannya terhadap gerakan Islam maupun bangsa Indonesia. Dalam dialog Tv One pagi tadi, Munarman menyiramnya karena dia selalu memotong pembicaraan dan terus mengalihkan pokok pembicaraan tanpa etika dialog," tukasnya.
Sekadar diketahui, dalam siaran langsung yang ditayangkan TvOne sekira pukul 07.30 WIB itu, Thamrin dan Munarman hadir sebagai narasumber tentang sweeping tempat hiburan malam jelang bulan Ramadan.
"Polisi, Kemendag, tidak melarang minuman keras, itu masalahnya. Beliau ini melihar hilirnya," kata Munarman.
"Anda enggak tahu, dengar dulu, anda enggak tahu apa yang saya maksud, diam dulu," sanggah Thamrin. Sementara Munarman ngotot tak mau berhenti bicara.
Lalu Munarman berdiri dari kursinya dan mengambil cangkir di hadapannya kemudian menyiram air ke wajah Thamrin. Sang pembawa acara langsung melerai dan menghentikan aksi Munarman.
(mhd)