Kerusakan ekologis akibat tambang pasir besi Rp35 M

Kamis, 27 Juni 2013 - 13:20 WIB
Kerusakan ekologis akibat...
Kerusakan ekologis akibat tambang pasir besi Rp35 M
A A A
Sindonews.com - Aktivitas penambangan pasir besi di kawasan Jawa Barat (Jabar) Selatan terus berlangsung hingga kini. Setidaknya terdapat lima daerah yang menjadi area penambangan itu.

Antara lain di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Ciamis.

Wahana Lingkungan Hidp (Walhi) Jawa Barat mencatat selain kerusakan jalan, aktivitas tambang pasir besi juga merusak ekologis dan ekosistemnya.

"Dalam kurun lima tahun saja dari 2007 sampai 2011, kerusakan ekologis akibat penambangan pasir besi diperkirakan mencapai Rp35,74 miliar atau dengan total produksi sekira 1,35 juta ton pasir besi," kata Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat, Dadan Ramdan, di Bandung, Kamis (27/6/2013).

Berdasarkan pemeriksaan lapangan, aktivitas pertambangan pasir besi telah berdampak pada semakin rusaknya tatanan ekosistem hutan dan pesisir, lingkungan hidup, perubahan bentang alam pesisir, infstruktur jalan desa dan kabupaten, dan konflik sosial di masyarakat dan mundurnya garis pantai.

"Ancaman selanjutnya adalah bencana ekologi di sekitar kawasan pantai dan pesisir selatan Jawa Barat, termasuk ancaman abrasi dan tsunami yang akan berdampak parah bagi masyarakat dan alam sekitarnya," jelas Dadan.

Berdasarkan fakta yang terjadi dan praktik pertambangan pasir besi di Jabar Selatan yang telah merugikan secara ekonomi, budaya, ekologi dan sosial di masyarakat/warga, Walhi Jawa Barat menyatakan sikapnya.

Salah satunya, menolak dan meminta penghentian pertambangan pasir besi dan mineral tambang lainnya di lima kabupaten di Jabar Selatan, serta menolak pengeluaran ijin baru dan pelabuhan dan pabrik pengelolahan tambang pasir besi baru di Jabar Selatan.

"Kami juga meminta pihak pemkab di lima kabupaten dan perusahaan melakukan reklamasi dan rehablitasi lahan yang rusak," tegas Dadan.

Walhi juga mendesak KPK mengusut indikasi praktik korupsi dan gratifikasi yang dilakukan oleh bupati di lima kabupaten di Jabar Selatan.
(lns)
Berita Terkait
KKP Hentikan Penambangan...
KKP Hentikan Penambangan Pasir Laut Ilegal di Pulau Rupat
KKP Hentikan Aktivitas...
KKP Hentikan Aktivitas Pengerukan Pasir di Perairan Pulau Tunda
Investor China Berburu...
Investor China Berburu Kuarsa di Indonesia, HIPKI Ajak Bangun Smelter
Begini Dampak Buruk...
Begini Dampak Buruk Jika Indonesia Ekspor Pasir Laut
Pemerintah Didesak Tak...
Pemerintah Didesak Tak Lagi Terbitkan PK3 MNP
Razia Tambang, Polisi...
Razia Tambang, Polisi Amankan 9 Mesin Sedot di Kawasan Wisata
Berita Terkini
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
7 menit yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
1 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
9 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
9 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
9 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
9 jam yang lalu
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved