Bocah penderita HIV/AIDS di Blitar akan dibuang ke Papua

Rabu, 26 Juni 2013 - 19:52 WIB
Bocah penderita HIV/AIDS...
Bocah penderita HIV/AIDS di Blitar akan dibuang ke Papua
A A A
Sindonews.com - Seorang bocah perempuan berusia lima tahun yang diduga sengaja dibuang orang tuanya, di komplek Pasar Legi, Kota Blitar positif mengidap HIV/AIDS.

DPRD Kota Blitar meminta dinas terkait untuk memberikan perawatan medis secara layak. Sebab, didalam kondisi sakit akibat penyakit penyerta diare dan gangguan pernafasan, tersiar kabar si bocah akan "dibuang" ke Papua.

"Karena sekarang posisinya di sini (Kota Blitar). Maka pemkot harus bertanggung jawab penuh atas kondisi kesehatanya," ujar anggota Komisi I DPRD Kota Blitar Supriyono, kepada wartawan, Rabu (26/6/2013).

Bocah bernasib malang itu, kini berada di RSU Mardi Waluyo Blitar. Sejak ditemukan beberapa pekan yang lalu, petugas belum bisa mengorek identitasnya.

Belum diketahui nama, siapa orang tuanya, dan darimana si bocah berasal. Sebab yang bersangkutan hanya menangis dan tidak bersedia bicara.

Dari hasil pemeriksaan medis, bocah bertubuh kurus itu positif terjangkit virus HIV/Aids. Dipastikan ia terlahir dari orang tua yang hidup dengan HIV/Aids (Odha).

Menurut Supriyono, kasus ini tengah menjadi perhatian serius kalangan legislatif. Dia tidak berharap dinas akan lepas tangan dengan alasan apapun. Sebab, di dalam pos anggaran dinas sosial tenaga kerja, terdapat dana untuk menanggulangi masalah sosial seperti ini.

"Jangan sampai muncul tudingan pemerintah telah menelantarkan anak penderita HIV/Aids yang sebelumnya sudah ditelantarkan orang tuanya," tegas Supriyono.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar Ngesti Utomo membenarkan adanya wacana membawa bocah HIV/Aids tersebut ke panti khusus yang berada di Papua, atau Bogor Jawa Barat. Namun semua itu masih dalam pertimbangan, mengingat kondisi kesehatan si bocah relatif mengkhawatirkan.

"Yang pasti kita akan memulihkan dulu kesehatanya. Karenanya, saat ini diberikan perawatan yang intensif. Kalau memang semuanya berjalan baik, baru dipertimbangkan langkah berikutnya membawa panti khusus penderita HIV/Aids di Jawa Barat atau Papua," ujarnya.
(san)
Berita Terkait
Diidap Ratusan Mahasiswa...
Diidap Ratusan Mahasiswa di Bandung, Apa Itu HIV AIDS?
Kaum Wanita dan Anak...
Kaum Wanita dan Anak Jadi Populasi Kunci dalam Upaya Akhiri AIDS
Wijianto Jalan Kaki...
Wijianto Jalan Kaki di 30 Provinsi untuk Hapus Stigma Orang dengan HIV
Badai COVID-19 Belum...
Badai COVID-19 Belum Berlalu, Kini Muncul Strain HIV Supermutan
Pengidap HIV-AIDS di...
Pengidap HIV-AIDS di Sulsel Mencapai 26 Ribu Orang
Luc Montagnier, Ilmuwan...
Luc Montagnier, Ilmuwan Penemu Virus HIV/AIDS Meninggal Dunia
Berita Terkini
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
1 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
2 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
3 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
3 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
6 jam yang lalu
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
6 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved